JAKARTA PUSAT, DKI JAKARTA – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa di kawasan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026) malam, berlangsung aman dan kondusif. Aparat gabungan dari Polri dan TNI melakukan pengamanan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan tertib tanpa mengganggu keamanan masyarakat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold Elisa Partomuan Hutagalung, mengapresiasi seluruh pihak yang telah menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung. Menurutnya, kelancaran kegiatan merupakan hasil kerja sama antara peserta aksi, masyarakat, dan aparat yang bertugas di lapangan.
“Alhamdulillah berjalan lancar. Semua, baik dari elemen mahasiswa maupun masyarakat, hari ini sangat kondusif dan tertib. Kami mengapresiasi seluruh elemen yang melaksanakan kegiatan penyampaian aspirasi,” ujar Reynold.
Ia menegaskan bahwa aparat hadir tidak hanya untuk melakukan pengamanan, tetapi juga menjamin keselamatan seluruh pihak yang berada di lokasi aksi, termasuk peserta demonstrasi dan masyarakat pengguna jalan.
“Kami dari jajaran Kepolisian bersama TNI berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan menjamin keselamatan masyarakat yang menyampaikan aspirasi maupun warga yang beraktivitas dan menggunakan jalan. Itu yang paling utama,” katanya.
Menurut Reynold, tugas aparat dalam kegiatan penyampaian pendapat di muka umum adalah memastikan ruang demokrasi dapat berjalan dengan aman dan tertib. Sementara substansi tuntutan yang disampaikan massa aksi menjadi kewenangan pihak terkait untuk menindaklanjutinya.
“Kami memberikan ruang bagi masyarakat dan mahasiswa untuk menyampaikan pendapatnya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Kapolres juga mengungkapkan bahwa hingga malam hari terdapat tiga titik utama aksi yang mendapatkan pengamanan aparat gabungan, yakni kawasan Gedung DPR RI, Bundaran HI, dan Monumen Nasional.
Meski aksi berlangsung di sejumlah lokasi strategis ibu kota, situasi keamanan secara umum tetap terkendali. Arus lalu lintas dan mobilitas masyarakat juga dapat berjalan relatif lancar berkat pengaturan yang dilakukan petugas di lapangan.
“Sejauh ini terdapat tiga lokasi utama penyampaian aspirasi, yaitu di DPR, Bundaran HI, dan kawasan Monas. Kami terus memberikan pelayanan terbaik bagi setiap warga negara yang ingin menyampaikan aspirasinya,” kata Reynold.
Pengamanan yang berlangsung tanpa insiden berarti tersebut menunjukkan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat dapat berjalan seiring dengan terjaganya ketertiban umum. Aparat berharap budaya demokrasi yang damai dan bertanggung jawab terus terpelihara, sehingga aspirasi masyarakat dapat tersampaikan secara efektif tanpa mengganggu keamanan dan kenyamanan publik.

Belum ada komentar