KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR – Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di wilayah Jawa Timur. Mengacu pada data resmi melalui aplikasi MyPertamina, perubahan kali ini terutama terjadi pada BBM non-subsidi, sementara jenis subsidi masih dipertahankan.
Di wilayah Jawa Timur, harga Pertalite tetap berada di angka Rp10.000 per liter. Sementara itu, Pertamax kini dijual Rp12.300 per liter.
Untuk BBM dengan nilai oktan lebih tinggi, Pertamax Turbo tercatat mencapai Rp19.400 per liter. Sedangkan Pertamax Green 95 dipasarkan di harga Rp12.900 per liter.
Pada kategori BBM subsidi, Biosolar tidak mengalami perubahan dan masih berada di harga Rp6.800 per liter.
Di sisi lain, produk diesel non-subsidi mengalami penyesuaian cukup signifikan. Dexlite kini dipatok Rp23.600 per liter, sedangkan Pertamina Dex menyentuh Rp23.900 per liter.
Adapun untuk penjualan melalui Pertashop, harga Pertamax sedikit berbeda, yakni Rp12.200 per liter.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini dilakukan sesuai ketentuan pemerintah.
“Penyesuaian harga mengacu ke formula penyusunan harga berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut bertujuan menjaga transparansi dan menyesuaikan harga dengan dinamika pasar global, termasuk fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
Dengan adanya penyesuaian ini, masyarakat diimbau tetap bijak dalam menggunakan serta memilih jenis bahan bakar sesuai kebutuhan kendaraan masing-masing.

Belum ada komentar