JAKARTA UTARA, DKI JAKARTA – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mutiara Hati mengukir prestasi gemilang dalam Lomba Apresiasi Peserta Didik Pendidikan Kesetaraan Tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara. Ajang yang digelar di PKBM Mekar Tanjung, Tanjung Priok, pada Kamis (24/9/2026) ini menjadi pembuktian kualitas dan daya saing peserta didik pendidikan kesetaraan.
Dalam kompetisi bertema “Program Literasi Menuju Peserta Didik yang Berkebhinekaan Global dan Inklusif” tersebut, PKBM Mutiara Hati sukses membawa pulang dua penghargaan sekaligus. Novita Putri berhasil mengamankan Juara 1 Kategori Inspiratif Essay, sementara Nabilla Faunia meraih Juara 2 Kategori Membaca Puisi.
Selain berlaga di dua cabang tersebut, kontingen PKBM Mutiara Hati juga menunjukkan kebolehannya pada berbagai kategori lomba lain, seperti Pidato Bahasa Inggris, Cerdas Cermat, dan Stand Up Comedy.
Kepala PAUD & PKBM Mutiara Hati, Nanik Sri Utami, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para anak didiknya. Menurutnya, ajang ini merupakan wadah penting untuk mengasah potensi, kreativitas, keberanian, dan kemampuan literasi siswa.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar mengejar gelar juara, melainkan ruang tumbuh bagi peserta didik. Tema berkebhinekaan global dan inklusif yang diusung sangat relevan untuk membentuk karakter siswa agar siap menghargai perbedaan dan terbuka terhadap keberagaman,” ujar Nanik saat ditemui pada Jumat (25/9/2026).
Nanik menekankan bahwa keberhasilan Novita dan Nabilla lahir dari keberanian berproses dan kerja keras selama masa persiapan. Ia berharap pencapaian ini dapat memantik semangat peserta didik lainnya untuk ikut berprestasi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kompetisi ini sekaligus menjadi momentum untuk memperluas pemaknaan literasi di lingkungan sekolah kesetaraan. “Literasi bukan sebatas kemampuan membaca dan menulis, melainkan mencakup cara berpikir kritis, berkomunikasi, berkarya, serta membangun kepercayaan diri,” tuturnya.
Apresiasi setinggi-tingginya juga diberikan kepada seluruh siswa yang telah berani tampil mewakili lembaga, terlepas dari hasil akhir yang diperoleh. “Kami mengapresiasi seluruh kontingen yang telah berjuang. Juara adalah bonus; yang terpenting adalah keberanian untuk tampil, belajar, dan berproses. Keberanian itulah inti dari keberhasilan sejati,” pungkasknya.
Capaian ini mempertegas peran penting pendidikan kesetaraan yang tidak hanya membuka akses pendidikan formal, tetapi juga mampu melejitkan bakat, minat, dan kepercayaan diri peserta didik menuju generasi yang inklusif dan berwawasan global.

Belum ada komentar