KOTA LUBUKLINGGAU, SUMATERA SELATAN – Mantan Pimpinan DPRD Kabupaten Musi Rawas periode 1999–2004, Dr. Sambas, mengungkap kembali sejarah perjuangan panjang yang melatarbelakangi terbentuknya Kota Lubuklinggau sebagai daerah otonom yang resmi disahkan pada tahun 2001.
Dalam keterangannya, Dr. Sambas menyampaikan bahwa dirinya bersama sejumlah tokoh daerah, di antaranya H. A. Karim AR dan H. Dedi Muchtar Aman, tergabung dalam Presidium Pemekaran Kota Lubuklinggau dari Kabupaten Musi Rawas.
Menurutnya, perjuangan pemekaran saat itu tidaklah mudah. Berbagai tantangan dan penolakan harus dihadapi demi mewujudkan cita-cita masyarakat yang menginginkan daerah dengan pelayanan publik dan pembangunan yang lebih optimal.
“Perjuangan pembentukan Kota Lubuklinggau tidak mudah. Saat itu banyak pihak yang tidak setuju dengan upaya pemekaran ini,” ujar Dr. Sambas.
Ia menjelaskan, seluruh proses perjuangan dilakukan dengan penuh pengorbanan. Para penggagas pemekaran rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan biaya pribadi tanpa dukungan pendanaan dari pihak lain.
Dr. Sambas juga mengungkapkan bahwa selama proses perjuangan tersebut dirinya sempat menerima berbagai ancaman. Namun, hal itu tidak mengurangi semangat para pejuang pemekaran yang tetap berkomitmen memperjuangkan terbentuknya Kota Lubuklinggau demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, lahirnya Kota Lubuklinggau merupakan hasil kerja keras dan perjuangan panjang banyak pihak yang memiliki visi besar untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Kini, setelah lebih dari dua dekade berdiri sebagai daerah otonom, Dr. Sambas berharap Kota Lubuklinggau terus berkembang menjadi kota yang maju, tertib, bersih, aman, nyaman, dan memiliki tata kelola lalu lintas yang baik.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat semangat kebersamaan, serta mendukung berbagai program pembangunan demi kemajuan daerah.
“Harapan kami, kota yang kita cintai ini terus berkembang dan masyarakatnya tetap menjaga ketertiban, kebersihan, serta persatuan dalam membangun Lubuklinggau yang lebih baik,” pungkasnya.

Belum ada komentar