KABUPATEN TAPANULI UTARA, SUMATERA UTARA – Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Tapanuli Utara terus diperkuat melalui pendekatan promotif dan preventif. Salah satunya diwujudkan dengan mendukung pelaksanaan Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan Gigi dan Mulut yang menyasar ratusan pelajar di Kecamatan Siatas Barita, Jumat (31/7/2026).
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, S.Si., M.Si., saat membuka kegiatan di Gedung Serbaguna HKBP Pansur Napitu. Menurutnya, kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menjadi salah satu upaya mencegah stunting menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
Kegiatan bertema “Gigi Sehat dan Kuat, Cegah Stunting untuk Generasi Emas Indonesia” tersebut merupakan inisiatif Yayasan Pelita Kita Bersama (PKB) bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Tapanuli Utara. Kehadiran Bupati bersama jajaran pemerintah daerah menunjukkan dukungan penuh terhadap program kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati JTP Hutabarat mengapresiasi penyelenggara yang telah menghadirkan edukasi kesehatan gigi bagi anak-anak. Ia menilai kesehatan gigi tidak hanya berkaitan dengan kebersihan mulut, tetapi juga memengaruhi asupan gizi, kesehatan tubuh, hingga kemampuan belajar anak.
“Kesehatan gigi dan mulut adalah fondasi penting. Jika anak sakit gigi, asupan gizinya terganggu dan kemampuan berpikirnya ikut terdampak. Edukasi sejak dini ini sangat berharga agar anak-anak kita tumbuh sehat, percaya diri, dan siap meraih cita-citanya menjadi TNI, Polri, pilot, dokter, maupun profesi lainnya,” ujar Bupati.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Tapanuli Utara pada tahun 2026 telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan empat unit dental chair yang akan ditempatkan di sejumlah puskesmas. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi bagi masyarakat.
Bupati juga menegaskan pemerintah daerah siap memperluas sinergi dengan berbagai pihak agar kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan desa. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami sangat menyambut baik inisiatif seperti ini. Ke depan, Pemkab Tapanuli Utara siap berkolaborasi dan mendukung penuh kegiatan-kegiatan yang berdampak langsung pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ketua Yayasan Pelita Kita Bersama, Jhonson Edy Simanjorang, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, khususnya kehadiran Bupati di tengah padatnya agenda pemerintahan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat menjadi modal penting dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi sejak usia dini.
Pada kegiatan tersebut, PDGI Cabang Tapanuli Utara menerjunkan 32 dokter gigi yang dipimpin drg. Bunga Silalahi, MKM. Tim memberikan edukasi mengenai teknik menyikat gigi yang benar sekaligus melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara cuma-cuma kepada ratusan peserta.
Bakti sosial ini diikuti pelajar beserta orang tua pendamping dari TK Johansen Pansur Napitu, SD Negeri 174567 Pansur Napitu, SD Negeri 173117, dan SD Negeri 173125 Onan Gadu. Kegiatan ditutup dengan penyerahan paket perlengkapan kesehatan gigi secara simbolis sebagai bentuk edukasi sekaligus ajakan membiasakan pola hidup sehat sejak dini.

Belum ada komentar