Bupati Tuban Dorong Forum Tripartit Jadi Ruang Solusi, Investasi dan Kesejahteraan Pekerja Harus Berjalan Seimbang

Foto: Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, SE., .(Dok:ist).
beritakeadilan.com,

KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR – Pemerintah Kabupaten Tuban mendorong penyelesaian persoalan ketenagakerjaan dilakukan melalui dialog yang terbuka dan konstruktif. Pemerintah, pengusaha, dan pekerja dinilai perlu memiliki ruang komunikasi yang sama agar setiap persoalan hubungan industrial dapat diselesaikan secara adil sekaligus menjaga keberlangsungan dunia usaha.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, SE., saat memimpin Forum Tripartit Kabupaten Tuban di Ruang Rapat Dandang Wacana, Rabu (9/9/2026).

Forum yang mempertemukan unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai persoalan ketenagakerjaan sekaligus memperkuat hubungan industrial di Kabupaten Tuban.

Pertemuan itu dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tuban, perwakilan perusahaan, serta serikat pekerja.

Bupati Tuban menekankan bahwa Forum Tripartit tidak sekadar menjadi tempat menyampaikan persoalan, tetapi harus mampu menghasilkan langkah penyelesaian yang dapat diterima oleh seluruh pihak.

Menurutnya, perbedaan kepentingan antara pekerja dan perusahaan merupakan hal yang perlu dikelola melalui komunikasi yang sehat. Setiap persoalan ketenagakerjaan, kata dia, harus dibahas dengan kepala dingin sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Potensi Kabupaten Tuban terus dilirik investor. Salah satunya karena harga jual tanah di Tuban masih affordable untuk dikembangkan menjadi usaha,” jelasnya.

Mas Lindra menilai kondusivitas hubungan industrial memiliki kaitan erat dengan daya tarik investasi. Kabupaten Tuban yang memiliki peluang pengembangan sektor industri membutuhkan lingkungan usaha yang aman, stabil, dan didukung hubungan yang baik antara perusahaan dengan tenaga kerja.

Ia menyebut sejumlah investor dari luar daerah telah menunjukkan ketertarikan untuk mengembangkan usaha di Tuban. Kondisi wilayah serta ketersediaan lahan menjadi sejumlah pertimbangan yang dapat mendukung masuknya investasi baru.

Untuk menangkap peluang tersebut, Pemkab Tuban akan terus mengoptimalkan Kawasan Industri Tuban (KIT). Pemerintah daerah juga berkomitmen memperkuat koordinasi dengan perusahaan agar potensi industri yang ada mampu memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakat.

Namun, Bupati menegaskan bahwa peningkatan investasi harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kesejahteraan pekerja. Hubungan industrial yang sehat dinilai dapat tercipta apabila kepentingan perusahaan untuk menjaga produktivitas dan kepentingan pekerja untuk memperoleh kesejahteraan dapat berjalan secara seimbang.

Selain persoalan ketenagakerjaan, Pemkab Tuban juga memberikan perhatian terhadap aspek perizinan usaha. Kepastian serta kemudahan pelayanan perizinan dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim investasi yang kompetitif.

Karena itu, digitalisasi pelayanan perizinan terus didorong untuk mempercepat proses administrasi, sekaligus memperkuat transparansi dan efektivitas pelayanan bagi para pelaku usaha.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Tuban, Rohman Ubaid, mengatakan hasil pembahasan dalam Forum Tripartit akan dituangkan dalam kesepakatan bersama yang melibatkan pemerintah daerah, perusahaan, dan serikat pekerja.

Kesepakatan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing pihak. Pemerintah juga akan melakukan pengawasan dan evaluasi untuk memastikan hasil forum tidak berhenti pada pembahasan semata.

“Kami juga akan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan hasil forum ini pada akhir tahun,” ujarnya.

Pemkab Tuban berharap Forum Tripartit dapat menjadi instrumen untuk memperkuat komunikasi antarpihak sekaligus mencegah munculnya persoalan hubungan industrial yang berlarut-larut.

Dengan terbangunnya komunikasi yang sehat antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja, stabilitas hubungan industrial diharapkan semakin terjaga. Kondisi tersebut sekaligus menjadi modal penting bagi Kabupaten Tuban dalam menarik investasi, memperluas kesempatan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Belum ada komentar