KABUPATEN TOBA, SUMATERA UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menyalurkan bantuan sebanyak 2,2 ton benih bawang merah kepada 14 kelompok tani (Poktan) yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Toba, Selasa (3/11/2026).
Penyaluran bantuan yang berlangsung di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Toba tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Toba Tahun Anggaran 2026.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Lena Pardede, menjelaskan bahwa bantuan benih bawang merah diberikan berdasarkan luas lahan yang diajukan masing-masing kelompok tani melalui proposal. Adapun jumlah bantuan yang diterima berkisar 150 hingga 200 kilogram per kelompok tani.
Menurut Lena, bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani melalui kegiatan penanaman sehingga mampu meningkatkan produksi bawang merah di Kabupaten Toba. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya penangkar benih lokal untuk memenuhi kebutuhan petani ke depannya.
“Bawang merah merupakan salah satu komoditas unggulan kita. Harapan kami, bantuan ini benar-benar ditanam dan dimanfaatkan sehingga ke depan kebutuhan benih dapat dipenuhi dari petani lokal,” ujar Lena.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdakab Toba, Samuel Lumbanraja, menyampaikan bahwa penyaluran benih bawang merah tersebut merupakan bagian dari rencana aksi pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi. Pasalnya, bawang merah menjadi salah satu komoditas pangan yang turut memengaruhi pergerakan inflasi di Kabupaten Toba.
Ia berharap seluruh kelompok tani penerima bantuan segera melakukan penanaman agar hasil panen nantinya dapat membantu memenuhi kebutuhan pasar, khususnya menjelang hari besar keagamaan, termasuk Natal dan Tahun Baru serta Lebaran.
Lebih lanjut, Samuel menjelaskan bahwa Pemkab Toba melalui program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) juga membuka peluang dukungan pemasaran bagi petani yang mengalami kesulitan dalam menjual hasil panennya.
Dukungan tersebut dilakukan melalui program klaster kemitraan dengan mencarikan offtaker atau pihak yang bersedia menyerap hasil produksi petani. Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya menyediakan fasilitas angkutan untuk mendukung distribusi hasil panen menuju lokasi penampungan.
Adapun 14 kelompok tani penerima bantuan tersebut berasal dari Kecamatan Balige, Parmaksian, Porsea, Sigumpar, Tampahan, Silaen, dan Laguboti.
Turut hadir dalam kegiatan penyaluran bantuan tersebut Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Toba, Pintor Napitupulu.

Belum ada komentar