Spanduk Protes Terpasang, Warga Ngampel Siapkan Demo terhadap Pertamina Sukowati

Spanduk Protes Terpasang, Warga Ngampel Siapkan Demo terhadap Pertamina Sukowati. (Foto: Budiono Wartawan beritakeadilan.com)
beritakeadilan.com,

KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR – Warga Desa Ngampel memasang dua spanduk berisi tuntutan terhadap PT Pertamina EP Sukowati Field 11 di pintu masuk perusahaan, Jalan Sukowati, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 16.45 WIB. Pemasangan spanduk tersebut menjadi sinyal rencana aksi demonstrasi untuk menuntut realisasi sejumlah kesepakatan yang dinilai belum dipenuhi perusahaan.

Tuntutan warga mencakup penyaluran tali asih tahap kedua, dana pembangunan masjid sebesar Rp200 juta yang disebut telah disepakati, serta transparansi perekrutan tenaga kerja. Warga juga menyoroti dugaan praktik transaksional dalam proses penerimaan petugas keamanan atau security.

Koordinator aksi berinisial PJ dan DW mengatakan, tuntutan itu merujuk pada berita acara sosialisasi di Balai Desa Ngampel, Jalan Sukowati Nomor 50, Rabu (15/7/2026). Menurut mereka, masih ada tiga poin yang belum dipenuhi, termasuk persoalan perekrutan tenaga kerja.

“Jadi dari sejumlah item hasil dari berita acara sosialisasi ada 3 yang belum dipenuhi oleh pihak PT. Pertamina EP Sukowati Field 11, terutama di item nomer 4 terkait perekrutan driver dan perekrutan Security sehingga warga banyak yang menduga ini ada permainan kong kalikong.” Ujarnya.

Selain perekrutan security, warga mempertanyakan proses penerimaan tiga pengemudi ambulans untuk wilayah PAD A dan PAD B. Berdasarkan berita acara sosialisasi tertanggal 15 Juli 2026, perusahaan disebut menyetujui kebutuhan tiga pengemudi, dengan pembagian kuota diserahkan kepada kesepakatan antarkepala desa.

Namun, menurut koordinator aksi, baru dua peserta yang diumumkan diterima, masing-masing dari Desa Campurejo, Kecamatan Kota Bojonegoro, dan Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas. Status satu kuota lainnya belum memperoleh kejelasan berdasarkan informasi yang mereka terima.

Warga juga menduga terdapat ketidakberesan dalam proses perekrutan tersebut. Mereka meminta penjelasan mengenai tahapan seleksi, penetapan peserta yang lolos, dan mekanisme pembagian kuota. Dugaan praktik transaksional yang turut menyeret oknum petugas keamanan, oknum pemerintah desa, serta kontraktor RJA itu masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Pemasangan spanduk berlangsung saat perusahaan dijadwalkan menerima kunjungan Direktur Utama dan sejumlah pejabat Zona 11. Petugas pengamanan objek vital terlihat berjaga di lokasi, sedangkan perwakilan HRD dan humas perusahaan tidak terlihat saat spanduk dipasang.

Warga mendesak manajemen PT Pertamina EP Sukowati Field 11 menjelaskan realisasi tali asih, dana pembangunan masjid, dan mekanisme perekrutan tenaga kerja. Mereka berharap tuntutan tersebut ditanggapi secara terbuka agar persoalan yang memicu rencana demonstrasi dapat diselesaikan.

Hingga naskah ini disusun, tuntutan warga dan dugaan praktik transaksional tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak perusahaan, pemerintah desa, serta kontraktor yang disebutkan.

Belum ada komentar