Gandeng BPBD dan Damkar, Semen Baturaja Perkuat Kesiapsiagaan Warga Ring 1 Hadapi Risiko Bencana

Gandeng BPBD dan Damkar, Semen Baturaja Perkuat Kesiapsiagaan Warga Ring 1 Hadapi Risiko Bencana
beritakeadilan.com,

KABUPATEN OGAN KOMERING ULU, SUMATERA SELATAN – Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak cukup hanya mengandalkan respons setelah keadaan darurat terjadi. Kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan melakukan penanganan awal menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Semangat tersebut menjadi fokus PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) saat menggelar Simulasi Kebencanaan dan Tanggap Darurat Kebakaran bagi warga serta perangkat Kelurahan Sukajadi, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kamis (24/9/2026). Kegiatan ini menyasar masyarakat Ring 1 perusahaan sebagai bagian dari penguatan kapasitas menghadapi potensi keadaan darurat di lingkungan sekitar.

Pelatihan tidak berhenti pada pembekalan teori. Materi mitigasi bencana diberikan langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU, sedangkan teknik penanganan kebakaran dan praktik pemadaman api dipandu Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten OKU.

Senior Manager of CSR SMBR, David Irwanto, mengatakan kemampuan masyarakat dalam merespons keadaan darurat perlu dibangun melalui pemahaman yang disertai pengalaman praktik. Menurut dia, keterampilan dasar tersebut menjadi modal penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui risiko bencana, tetapi juga mampu mengambil langkah awal secara tepat.

“Kesiapsiagaan menghadapi bencana adalah tanggung jawab bersama. Melalui pelatihan ini, warga dan perangkat kelurahan dibekali keterampilan dasar agar mampu merespons keadaan darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar David.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembekalan mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Setelah itu, peserta mengikuti simulasi pemadaman api untuk memahami prosedur penanganan awal ketika kebakaran terjadi.

Dalam praktik tersebut, warga dikenalkan dengan teknik dasar pemadaman, pentingnya menjaga ketenangan dalam situasi darurat, pemetaan potensi bahaya di lingkungan sekitar, hingga mekanisme koordinasi dengan petugas yang memiliki kewenangan dalam penanganan bencana.

Pendekatan berbasis praktik tersebut dinilai penting karena masyarakat merupakan pihak yang berada paling dekat dengan sumber risiko dan berpotensi menjadi penolong pertama sebelum bantuan profesional tiba di lokasi.

David menegaskan, penguatan kapasitas masyarakat di wilayah Ring 1 tidak berhenti pada kegiatan tersebut. Program serupa akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus upaya membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.

“Sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat dibutuhkan. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap potensi risiko di lingkungan mereka,” pungkasnya.

Belum ada komentar