KABUPATEN SAMOSIR, SUMATERA UTARA-Riak angin Danau Toba mengiringi langkah khidmat ratusan peserta yang memadati Tanah Lapang Pangururan, Kabupaten Samosir. Di tengah bentang alam yang megah, Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026. Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, memimpin langsung jalannya upacara yang tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan benteng pertahanan ideologi bangsa di tanah Nusantara.
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, momen ini menegaskan kembali komitmen kolektif seluruh lini masyarakat. Ketegangan sejarah masa lalu melebur menjadi tekad bulat saat Ketua DPRD Kabupaten Samosir, Nasip Simbolon, membacakan Naskah Ikrar Hari Kesaktian Pancasila. Pembacaan ikrar tersebut gaungkan pesan mendalam agar masyarakat membendung segala bentuk potensi ancaman ideologi, baik yang menyusup dari dalam maupun luar negeri.
Kehadiran jajaran Forkopimda seperti Dandim 0210/TU Kiky Hardian, Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk, hingga perwakilan Polres dan Kejaksaan Negeri Samosir menunjukkan soliditas kepemimpinan daerah. Bersama barisan TNI, Polri, ASN, serta para pelajar, seluruh peserta menyerap esensi perjuangan dalam suasana yang tertib dan penuh rasa hormat.
Dalam amanatnya, Bupati Vandiko T. Gultom menyoroti dinamika modernisasi yang berpotensi melunturkan nilai gotong royong jika tidak terawat dengan baik. Beliau menegaskan bahwa perbedaan suku, agama, dan latar belakang budaya di Samosir harus menjadi fondasi pembangunan, bukan pemisah ikatan persaudaraan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, saya mengucapkan Selamat Hari Kesaktian Pancasila kepada seluruh masyarakat. Mari kita jadikan momentum ini untuk semakin memperkuat semangat persatuan, menjaga kebersamaan, dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Vandiko di hadapan peserta upacara.
Melalui imbauan yang menyejukkan, Vandiko memfokuskan perhatian pada peran vital generasi muda sebagai pilar penerus bangsa. Menurutnya, penanaman toleransi sejak dini menjadi kunci agar Samosir tetap menjadi daerah yang aman, inklusif, dan berdaya saing tinggi. Rangkaian peringatan kemudian ditutup dengan alunan lagu-lagu perjuangan yang menggetarkan semangat kebangsaan seluruh hadirin di Pangururan.

Belum ada komentar