Kunci T Jadi Petunjuk, Polsek Tegalsari Amankan Pemuda yang Diduga Curanmor di 11 Lokasi

Foto: Polsek Tegalsari Polrestabes Surabaya mengamankan terduga pelaku curanmor yang mengaku beraksi di 11 lokasi
beritakeadilan.com,

SURABAYA, JAWA TIMUR –Tim Unit Reskrim Polsek Tegalsari berhasil menghentikan langkah M.F.R. (21), seorang pemuda asal Sencaki, Simokerto, yang mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan petugas penegak hukum. Langkah tegas kepolisian ini berawal dari penelusuran intensif atas peristiwa hilangnya sepeda motor milik C.A.F. (20) di kawasan Kupang Segunting III, Surabaya, pada pertengahan Agustus lalu. Tim penyidik yang bergerak cepat langsung mengumpulkan fakta-fakta di lapangan guna mengidentifikasi terduga pelaku di balik aksi kejahatan yang meresahkan warga Kota Pahlawan tersebut.

Jejak terduga pelaku akhirnya terendus oleh petugas yang sigap melakukan pengintaian di kawasan Simolawang. Tanpa perlawanan berarti, M.F.R. berhasil diamankan saat berada di sebuah warung pangsit kawasan Sumbo. Dari tangan terduga pelaku, polisi menyita sejumlah alat pembobol kendaraan berupa mata kunci T dan kunci Y. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, M.F.R. memberikan pengakuan mengejutkan terkait indikasi keterlibatannya dalam aksi pencurian belasan sepeda motor yang tidak hanya menyasar wilayah Surabaya, tetapi juga disinyalir menjangkau daerah Gresik hingga Lamongan.

Foto

Meskipun M.F.R. telah membeberkan belasan titik lokasi yang diduga menjadi sasaran aksinya, pihak kepolisian menegaskan pentingnya mengedepankan asas praduga tak bersalah. Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, menyampaikan bahwa pengakuan awal tersebut tidak serta-merta menjadi kesimpulan akhir dari proses hukum yang berjalan. Penyidik saat ini tengah bekerja ekstra untuk mencocokkan setiap rincian pengakuan terduga pelaku dengan daftar laporan resmi masyarakat yang masuk di berbagai markas kepolisian sektor.

Fokus utama aparat kepolisian kini tertuju pada pencarian barang bukti kendaraan dan pengungkapan dugaan keterlibatan pihak lain yang berperan sebagai penadah. Tim penyidik Polsek Tegalsari terus menyisir keberadaan unit sepeda motor hasil kejahatan guna mengembalikan hak para korban yang dirugikan. Kesigapan polisi dalam membongkar seluruh alur distribusi barang curian ini diharapkan mampu memutus mata rantai kejahatan kendaraan bermotor hingga ke akar-akarnya, sekaligus memberikan kepastian hukum yang adil bagi seluruh pihak terkait.

Belum ada komentar