KABUPATEN SIDOARJO, JAWA TIMUR – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pagerwojo, Kabupaten Sidoarjo, terus mengembangkan unit usaha berbasis ekonomi kerakyatan. Di bawah kepemimpinan H. Imam Bukori, BUMDes tersebut kini menghadirkan 14 stan kuliner yang menjadi wadah bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan produk sekaligus memperluas pasar.
Kehadiran 14 stan tersebut mengusung konsep sederhana, tetapi pengelola menekankan kualitas makanan, kebersihan, serta kenyamanan pengunjung. Beragam menu, mulai dari kuliner khas daerah hingga sajian kekinian, ditawarkan kepada masyarakat yang datang.
Menurut H. Imam Bukori, konsep sederhana sengaja dipertahankan agar stan kuliner tetap dekat dengan masyarakat. Namun, dari sisi kualitas produk dan kebersihan, para pelaku usaha didorong untuk menjaga standar pelayanan.
“Warungnya memang sederhana, tidak mewah. Tetapi soal rasa, kami berusaha memberikan kualitas terbaik. Semua diolah dari bahan yang segar, higienis, dan penuh perhatian,” ujar H. Imam Bukori. Kamis (24/9/2026).
Selain menyediakan ruang usaha, BUMDes Pagerwojo juga melengkapi kawasan tersebut dengan sejumlah fasilitas pendukung. Area parkir untuk kendaraan roda empat disediakan bagi pengunjung, sementara akses internet nirkabel gratis turut tersedia untuk menunjang aktivitas pengunjung maupun pelaku usaha.
Fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya membuat kawasan kuliner lebih nyaman, tetapi juga membuka ruang promosi yang lebih luas bagi produk-produk UMKM desa. Dengan dukungan akses internet, pelaku usaha dapat memanfaatkan platform digital untuk memperkenalkan produk mereka kepada konsumen di luar wilayah Pagerwojo.
H. Imam Bukori mengatakan, pengembangan stan kuliner tersebut bukan semata-mata diarahkan sebagai tempat transaksi makanan dan minuman. BUMDes ingin menjadikannya sebagai sarana pembinaan bagi pelaku usaha lokal agar memiliki kemampuan mengembangkan usaha secara mandiri.
“Harapan kami jelas, BUMDes Pagerwojo bisa menjadi wadah yang kokoh sehingga para pelaku UMKM di sini mampu naik kelas, mandiri, dan semakin maju. Dari yang sebelumnya tidak dikenal menjadi dikenal, dari usaha kecil bisa tumbuh menjadi lebih besar,” katanya.
Sejumlah warga yang ditemui di lokasi menyambut positif keberadaan fasilitas tersebut. Mereka berharap pengelolaan BUMDes tetap dilakukan secara transparan, manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata, serta semakin banyak masyarakat desa yang memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam pengembangan usaha.
Ke depan, BUMDes Pagerwojo berkomitmen menjaga kualitas produk, kebersihan lingkungan, kerapian kawasan, dan pelayanan kepada pengunjung. Pengembangan 14 stan kuliner tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pusat jajanan, tetapi berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat dan ruang tumbuh bagi UMKM di Desa Pagerwojo.

Belum ada komentar