CCTV Mati Jadi Petunjuk: Dua Pelaku Pembobol Sekolah di Surabaya Diciduk, Satu Sempat Sembunyi di Pohon

Foto
beritakeadilan.com,

SURABAYA, JAWA TIMUR – Gerak cepat Unit Reskrim Polsek Kenjeran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya membuahkan hasil. Polisi mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam aksi pembobolan SDN Kompleks Kenjeran II di Jalan Wiratno, Surabaya, Rabu (9/9/2026).

Dalam penangkapan tersebut, polisi mendapati salah satu pelaku berinisial AA (21) bersembunyi di atas pohon. Sementara seorang lainnya, KW (15), yang masih berstatus anak berhadapan dengan hukum, diamankan di sekitar lokasi.

Kedua pelaku diduga menggasak uang tunai senilai Rp8.805.500 serta sebuah pacing pad dari dalam lingkungan sekolah.

Kasus pembobolan sekolah tersebut terungkap setelah seorang saksi memeriksa kamera pengawas melalui telepon seluler. Kecurigaan muncul ketika CCTV sekolah tiba-tiba mengalami gangguan hingga tidak berfungsi.

Foto
Foto

Saksi kemudian meminta suaminya mendatangi sekolah untuk melakukan pengecekan. Setibanya di lokasi, sang suami justru mendapati orang yang tidak dikenal berada di dalam lingkungan sekolah.

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada Polsek Kenjeran. Polisi bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan pengamanan.

“Ketika anggota tiba di lokasi, salah satu pelaku berinisial AA berada di atas pohon dan diduga hendak melarikan diri. Sementara KW menunggu di luar pagar sekolah,” kata Kasi Humas Polsek Kenjeran Iptu Suroto, Kamis (10/9/2026).

Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus Andriastanto melalui Iptu Suroto menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal, kedua pelaku masuk ke lingkungan sekolah dengan cara memanjat pagar.

Setelah berada di dalam, mereka turun melalui pohon dan kemudian bergerak menuju ruang guru serta ruang tata usaha. Kedua ruangan tersebut diduga menjadi sasaran karena pelaku mencari barang-barang yang memiliki nilai.

“Mereka merusak teralis jendela dan pintu menggunakan obeng,” ungkapnya.

Polisi kemudian mengamankan kedua pelaku berikut sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan sementara, aksi kedua pelaku diduga bukan kali pertama. Kepada penyidik, mereka mengaku pernah melakukan pembobolan di SDN Barata Jaya dan SDN Sumberrejo II.

Pengakuan tersebut kini menjadi bagian dari pengembangan penyidikan Unit Reskrim Polsek Kenjeran. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya lokasi lain yang pernah menjadi sasaran.

“Kami masih mengembangkan kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lainnya. Berdasarkan pengakuan sementara, mereka memang menyasar sekolah,” pungkas Iptu Suroto.

Polisi memastikan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan kedua pelaku dalam rangkaian aksi pencurian di sejumlah sekolah di wilayah Surabaya.

Belum ada komentar