KABUPATEN TAPANULI UTARA, SUMATERA UTARA – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menerima kunjungan kerja Tim Peneliti Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) yang dipimpin Brigjen TNI Charles Sagala di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Kamis (27/8/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari penelitian dan evaluasi pelaksanaan Program Unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Selain mengevaluasi pelaksanaan program, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara TNI Angkatan Darat dan pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan bencana serta pembangunan infrastruktur.
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., menyampaikan apresiasi atas peran TNI Angkatan Darat yang selama ini turut mendampingi pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, termasuk penanganan bencana, pemulihan, hingga pembangunan kembali infrastruktur yang terdampak.
Menurut Deni, koordinasi antara Pemkab Tapanuli Utara dengan Kodim 0210/TU, Korem 023/KS, dan Kodam I/BB selama ini berjalan dengan baik. Sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dinilai turut mendukung percepatan penanganan bencana sekaligus membuka akses pembangunan di sejumlah wilayah.
“Kerja sama lintas sektoral antara pemerintah daerah, TNI, dan Kepolisian menjadi salah satu faktor penting dalam membuka akses penanganan bencana serta mempercepat pembangunan jembatan dan fasilitas publik di wilayah Tapanuli Utara,” ujar Deni.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Seskoad, Brigjen TNI Charles Sagala, mengatakan kedatangan tim bertujuan melakukan studi dan evaluasi secara objektif terhadap efektivitas Program Unggulan Kasad di lapangan.
Penelitian tersebut mencakup pengukuran capaian program, penyerapan masukan dari pemerintah daerah dan masyarakat, serta perumusan pola kolaborasi kewilayahan yang dinilai lebih optimal.
Charles menjelaskan, sejumlah program unggulan TNI AD, antara lain penyediaan sarana air bersih, pembukaan akses jalan, pembangunan jembatan, hingga perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), diarahkan untuk membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan percepatan pembangunan.
Hasil penelitian dan evaluasi selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan strategis bagi pimpinan TNI AD dalam menyempurnakan sekaligus merencanakan program pada tahun-tahun mendatang agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan wawancara mendalam antara tim peneliti dan akademisi Seskoad dengan jajaran pimpinan perangkat daerah Pemkab Tapanuli Utara.
Turut hadir memberikan data dan evaluasi kewilayahan, Asisten Administrasi dan Umum Binhot Aritonang, Staf Ahli Bupati Bonggas Pasaribu, Kepala Bappelitbangda Kartini Nahampun, Kepala Dinas Pertanian Victor Siagian, serta Plt. Kepala Dinas PUTRHub Dalan Simanjuntak. Kegiatan tersebut turut didampingi jajaran Kodim 0210/TU.

Belum ada komentar