KABUPATEN LAMONGAN, JAWA TIMUR- Penguna Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Brangsi Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan protes soal bayar pemakaian air tiap bulan cukup mahal
“Saya membayar Rp 60 ribu hingga 100 ribu iuran tiap bulan untuk pemakaian Pamsimas di Desa Brangsi Kecamatan Laren,” kata salah satu pelanggan warga setempat tanpa mau disebut namanya Rabo (12/8/26).
Menurut dia, yang menjadikan janggal yaitu dana hasil dari penarikan pelangan tidak perna ada laporan pertanggungjawabannya setiap tahun Padahal, kata dia, ada sekitar 400 penguna harus membayar uang yang tidak sedikit pululan ribu hingga ratusan ribu rupiah.
“Kami bayar pungutan puluhan ribu hingga sampai ratusan ribu ke pengurus Pamsimas, kok aneh inikan bantuan dari pemerintah untuk kesejateraan masyarakat tapi setiap bulannya kami disuruh bayar cukup mahal,”ucapnya.
“Bisa dibayangkan dari pungutan dana iuran ini saja, bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah yang tidak sedikit, bisa mencapai jutaan rupiah, pertanyaannya uang pungutan itu kemana alirannya dan digunakan untuk apa.
“Kalau tidak jelas penggunaannya ini bisa masuk kategori korupsi, dan Aparat Penegak Hukum (APH) baik Polres Lamongan dan Kejaksaan Negeri Lamongan serta Inspektorat Kabupaten Lamongan bisa turun tangan,” imbuh dia.
Mashud Ketua pengurus Pamsimas Desa Brangsi saat dikonfirmasi melalui Chat WhatsApp (WA) wartawan Ia tidak menampik adanya iuran tiap bulan yang cukup mahal dan memberatkan pelangan.
“Iya benar sejumlah pelangan kemarin ada yang mengeluhkan mahalnya iuran bulanan tapi itu sudah diselesaikan sama pengurus,” terangnya
Menurut dia untuk laporan pertanggungjawaban dana tersebut sudah kami laporkan ke pihak pemerintah Desa Brangsi Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan Jawa Timur.
Sementara itu Kepala Desa Brangsi saat di konfirmasi terkait mahalnya iuran tiap bulan yang dikeluhkan warga dan juga laporan pertanggungjawaban dana tiap tahun hingga berita ini ditayangkan Kades Desa Brangsi Zudi Amin belum memberi keterangan secara resmi.

Belum ada komentar