KOTA SURABAYA, JAWA TIMUR – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya (FEB UNESA) menjadi tuan rumah Kongres Asosiasi Fakultas Ekonomi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (AFE-LPTK) Indonesia dan One Lecturer One Scopus (OLOS) 2026 yang digelar di Hotel Mövenpick Surabaya pada 23–24 Juli 2026.
Forum nasional yang diikuti 12 Fakultas Ekonomika dan Bisnis LPTK se-Indonesia ini menjadi ajang konsolidasi untuk memperkuat budaya riset, meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi internasional, serta memperluas kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), pemerintah, sektor perbankan, dan media massa.
Adapun 12 anggota AFE-LPTK Indonesia yang berpartisipasi yakni Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Negeri Medan (UNIMED), Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Negeri Manado (UNIMA), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), serta Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).
Rangkaian kegiatan diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Konsorsium antara AFE-LPTK Indonesia dan DUDI. Selanjutnya, peserta mengikuti program OLOS 2026 yang menghadirkan narasumber internasional Prof. Ferry Jie dari Edith Cowan University, Australia, serta Prof. Muhammad Hasan.
Dalam forum tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi publikasi ilmiah internasional, pengembangan manuskrip, hingga pendampingan melalui coaching clinic dan manuscript clinic. Pendampingan ini bertujuan meningkatkan kualitas artikel agar siap diajukan ke jurnal bereputasi yang terindeks Scopus maupun Web of Science (WoS).
Ketua Panitia sekaligus Dekan FEB UNESA, Prof. Dr. Anang Kistyanto, S.Sos., M.Si., mengatakan kegiatan ini merupakan gerakan bersama untuk membangun budaya kolaborasi yang memberikan dampak nyata.
“Perguruan tinggi hari ini tidak dapat lagi berjalan sendiri. Melalui Kongres AFE-LPTK Indonesia dan OLOS 2026, kami ingin membangun budaya kolaborasi berdampak. Publikasi ilmiah bukan hanya menghasilkan artikel bereputasi internasional, tetapi bagaimana riset mampu melahirkan solusi, inovasi, dan manfaat nyata bagi pembangunan bangsa,” ujarnya.
Ketua AFE-LPTK Indonesia, Prof. Dr. Amir Mahmud, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa asosiasi tersebut menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh Fakultas Ekonomika dan Bisnis LPTK di Indonesia.
Menurutnya, kongres dan OLOS menjadi sarana memperkuat riset bersama, publikasi kolaboratif, pengembangan jurnal ilmiah, pertukaran keahlian, hingga membangun kemitraan strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III UNESA Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center, Dr. Bambang Sigit Widodo, M.Pd. Ia menilai budaya publikasi ilmiah harus dibangun secara berkelanjutan dengan mengedepankan kualitas karya.
Menurut Bambang, gerakan One Lecturer One Scopus (OLOS) yang dikembangkan AFE-LPTK sejalan dengan program One Lecturer One Document (OLOD) di UNESA yang mendorong setiap dosen menghasilkan karya ilmiah untuk dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi.
Selama dua hari pelaksanaan, OLOS 2026 mencatat capaian signifikan. Sebanyak 112 artikel ilmiah berhasil dihimpun, terdiri atas 49 artikel bidang pendidikan dan 63 artikel bidang nonkependidikan. Selain itu, forum ini menghasilkan 97 dokumen kolaborasi penelitian dan publikasi lintas perguruan tinggi serta mendampingi 14 artikel hingga memasuki tahap submit ke jurnal internasional bereputasi.
Tidak hanya berfokus pada publikasi ilmiah, kegiatan ini juga menerapkan model kolaborasi Quadruple Helix yang mempertemukan perguruan tinggi, DUDI, pemerintah, sektor perbankan, dan media dalam satu ekosistem kemitraan.
Kolaborasi tersebut melibatkan PT Gaya Makmur Mobil, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Indonesia, Bank Syariah Indonesia (BSI), Harian Disway, Jaya Baya, Kece Media, serta jaringan humas dari 12 perguruan tinggi anggota AFE-LPTK Indonesia.
Mengusung tema “Berkolaborasi, Bereputasi, dan Berdampak”, Kongres AFE-LPTK Indonesia dan OLOS 2026 diharapkan menjadi tonggak penguatan ekosistem riset nasional melalui kolaborasi yang lebih luas, peningkatan kualitas publikasi ilmiah bereputasi internasional, serta lahirnya inovasi yang mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Belum ada komentar