Suyud Nahkodai BPPD Sidoarjo, Promosi Wisata Berbasis Kolaborasi Jadi Prioritas

Suyud Nahkodai BPPD Sidoarjo, Promosi Wisata Berbasis Kolaborasi Jadi Prioritas
beritakeadilan.com,

SIDOARJO, JAWA TIMUR – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Komitmen tersebut ditandai dengan pengukuhan Pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo masa bakti 2026–2029 di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (7/7/2026).

Pengukuhan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sidoarjo dan dipimpin Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo, Yudhi Iriyanto, S.Sos., M.Si. Pada kesempatan itu juga dicanangkan Gerakan Promosi Pariwisata Terpadu dan Inovatif sebagai langkah memperkuat promosi wisata yang modern, kreatif, dan kolaboratif.

Acara berlangsung meriah dengan penampilan Tari Banjar Kemuning dari Sanggar Lintang Kencana yang menampilkan kekayaan budaya lokal Sidoarjo. Kegiatan turut dihadiri jajaran OPD, Forkopimda, pelaku industri pariwisata, komunitas budaya, asosiasi pariwisata, serta pengelola berbagai destinasi wisata di Kabupaten Sidoarjo.

Mewakili Bupati Sidoarjo, Yudhi Iriyanto mengatakan Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi wisata yang lengkap, mulai dari wisata religi, sejarah, budaya, kuliner hingga ekowisata. Menurutnya, potensi tersebut harus didukung strategi promosi yang inovatif dan mampu mengikuti perkembangan teknologi digital.

“Pengurus BPPD yang baru harus mampu membaca peluang di era digital. Sidoarjo memiliki banyak potensi yang perlu dikemas secara menarik sehingga menjadi magnet bagi wisatawan, tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Yudhi menegaskan pembangunan sektor pariwisata tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Sinergi dengan pelaku usaha, komunitas kreatif, akademisi, media, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan industri pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“Selamat bekerja kepada Pengurus BPPD Kabupaten Sidoarjo yang baru dilantik. Mari bersama membangun pariwisata Sidoarjo yang maju, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BPPD Kabupaten Sidoarjo periode 2026–2029, Suyud Suprihadji, SP., MM, menegaskan kepengurusan baru akan fokus memperkuat citra dan branding pariwisata daerah melalui kolaborasi lintas sektor.

Menurut Suyud, BPPD bukan hanya lembaga promosi, tetapi menjadi wadah yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, komunitas kreatif, pegiat budaya, akademisi, media, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata daerah.

“Kami berkomitmen menjadikan BPPD sebagai wadah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Potensi wisata Sidoarjo sangat besar. Tugas kami adalah mengemas, memasarkan, dan mempromosikannya secara profesional agar semakin dikenal dan mampu menarik lebih banyak wisatawan,” katanya.

Ia menjelaskan strategi promosi ke depan akan mengedepankan pemanfaatan media digital, penyelenggaraan berbagai event, penguatan identitas destinasi, produksi konten kreatif, serta kemitraan dengan dunia usaha.

“Pariwisata adalah sebuah ekosistem. Keberhasilannya bergantung pada kolaborasi semua pihak. BPPD siap menjadi jembatan yang menyatukan pemerintah, dunia usaha, komunitas budaya, media, akademisi, dan masyarakat untuk membangun pariwisata Sidoarjo yang berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal,” tegasnya.

Suyud juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan seluruh mitra yang telah mendukung pelantikan pengurus BPPD. Ia berharap kepengurusan baru mampu melahirkan berbagai inovasi promosi yang semakin memperkuat posisi Sidoarjo sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.

Melalui kolaborasi yang kuat serta promosi yang terintegrasi, sektor pariwisata diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing Kabupaten Sidoarjo di tingkat regional maupun nasional.

Belum ada komentar