KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR – Di tengah dinamika kenaikan harga pakan ternak dan fluktuasi harga telur di pasaran, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan Program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI). Program pemberdayaan masyarakat tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga akan dievaluasi secara menyeluruh agar semakin adaptif, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Program GAYATRI yang dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat telah memberikan manfaat nyata bagi banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Selama masa pendampingan dan dukungan pakan berlangsung, para penerima mampu menghasilkan telur untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, sekaligus memperoleh tambahan penghasilan dari hasil penjualan.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga menyadari bahwa dalam perjalanan program, para peternak menghadapi tantangan yang tidak ringan. Melambungnya harga pakan dan turunnya harga jual telur merupakan kondisi yang tidak hanya dialami peternak GAYATRI, tetapi juga menjadi persoalan yang dirasakan peternak ayam petelur di berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, kondisi tersebut dijadikan bahan evaluasi agar program ke depan semakin kuat dalam menghadapi dinamika pasar.
Pemerhati kebijakan publik Bojonegoro, AG, saat diwawancarai melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis (2/7/2026), menilai setiap program pemerintah pasti memiliki tantangan dalam implementasinya. Menurutnya, berbagai masukan dari masyarakat, penyuluh, maupun KPM merupakan bahan penting untuk menyempurnakan program, bukan alasan untuk menghentikannya.
“Program GAYATRI memiliki tujuan yang sangat baik, yaitu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Yang dibutuhkan saat ini adalah evaluasi yang menyeluruh sehingga berbagai kendala di lapangan dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi yang tepat agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.
AG menambahkan, pemerintah perlu terus memperkuat strategi pendampingan agar para peternak mampu bertahan menghadapi gejolak harga. Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, pendamping, dan masyarakat, Program GAYATRI diyakini tetap memiliki prospek besar sebagai program pemberdayaan ekonomi berbasis kerakyatan.
Sebagai bentuk keberpihakan kepada peternak GAYATRI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga telah menyiapkan sejumlah langkah konkret untuk menjaga stabilitas usaha para penerima manfaat. Salah satunya melalui kebijakan Surat Edaran (SE) Bupati yang mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membeli telur hasil peternak GAYATRI dengan harga Rp26.000 per kilogram. Kebijakan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata dalam menjaga daya serap hasil produksi peternak.
Tidak hanya itu, pemerintah juga tengah membangun sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bojonegoro agar mengakomodasi telur hasil peternak GAYATRI sebagai salah satu bahan baku dalam penyediaan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diharapkan mampu membuka pasar yang lebih luas, menciptakan kepastian penyerapan hasil produksi, serta meningkatkan keberlanjutan usaha para peternak.
Kebijakan tersebut menjadi bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro hadir memberikan solusi nyata atas berbagai tantangan yang dihadapi peternak. Melalui kebijakan yang berpihak, pemerintah berupaya membuka akses pasar, memperkuat rantai distribusi, serta menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat agar semakin sejahtera dan mandiri.
Melalui evaluasi yang komprehensif serta berbagai langkah strategis yang telah disiapkan, Program GAYATRI diharapkan terus berkembang menjadi program pemberdayaan ekonomi yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar program bantuan, GAYATRI diharapkan menjadi fondasi lahirnya peternak-peternak mandiri yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Bojonegoro secara berkesinambungan.

Belum ada komentar