Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Bupati Bojonegoro Minta Warga Jangan Takut Didata BPS

Foto: Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama istrinya, Cantika Wahono menerima kunjungan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) dirumah dinasnya.
beritakeadilan.com,

KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bojonegoro resmi dimulai. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama istrinya, Cantika Wahono, menjadi responden perdana saat menerima kunjungan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro di Rumah Dinas Bupati, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan tersebut menandai dimulainya pendataan ekonomi secara serentak sekaligus menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terhadap program strategis nasional yang digelar setiap sepuluh tahun sekali.

Dalam kesempatan itu, Setyo Wahono mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan menerima petugas BPS yang bertugas melakukan pendataan di lapangan.

“Khususnya untuk masyarakat Bojonegoro, mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026,” ujar Setyo Wahono.

Ia juga mengimbau warga tidak merasa khawatir apabila didatangi petugas sensus. Menurutnya, data yang dihimpun akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan ekonomi.

“Tujuan sensus ini untuk mendapatkan data yang valid mengenai kondisi ekonomi masyarakat Indonesia sebagai landasan pengambilan kebijakan pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPS Bojonegoro, Syawaluddin Siregar, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bertujuan memotret secara menyeluruh aktivitas ekonomi di luar sektor pertanian. Pendataan mencakup berbagai jenis usaha, mulai dari usaha mikro dan rumahan, usaha kecil dan menengah (UKM), hingga perusahaan berskala besar.

Menurut Syawaluddin, hasil sensus akan memberikan gambaran mengenai struktur perekonomian, karakteristik pelaku usaha, serta perkembangan sektor-sektor baru, termasuk ekonomi digital dan ekonomi hijau.

Data tersebut nantinya menjadi rujukan pemerintah dalam merumuskan, memantau, dan mengevaluasi kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah. Selain itu, hasil sensus juga diharapkan mampu mengidentifikasi potensi usaha yang berkembang di tengah perubahan ekonomi dan teknologi.

“Karena itu, sesuai arahan Bupati Bojonegoro, masyarakat diharapkan dapat menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi sesuai kondisi yang sebenarnya,” ujar Syawaluddin.

Melalui partisipasi aktif masyarakat dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menghasilkan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipercaya. Data tersebut akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Belum ada komentar