KABUPATEN BEKASI, JAWA BARAT– Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa Kompetensi Nyata kini menjadi syarat utama bagi lulusan perguruan tinggi untuk memasuki dunia kerja. Dalam era transformasi digital dan kecerdasan buatan, industri tidak lagi sekadar menilai ijazah, melainkan kemampuan adaptif dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Pemerintah, kata Afriansyah, kembali meluncurkan program MagangHub Nasional dengan dukungan anggaran Rp4,14 triliun. Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi lulusan diploma dan sarjana sekaligus mempercepat transisi mereka ke dunia kerja. “Industri tidak lagi bertanya apa ijazahmu, melainkan apa kompetensimu. Sertifikat kompetensi menjadi bukti standar kemampuan yang dibutuhkan dunia usaha,” tegasnya saat memberikan kuliah umum di Wisuda Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia), Bekasi, Sabtu (13/6/2026).
Melalui MagangHub, peserta akan memperoleh uang saku, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, pendampingan mentor profesional, hingga kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi nasional. Afriansyah menekankan bahwa sertifikasi ini menjadi instrumen penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Program ini hadir untuk menjawab kesenjangan keterampilan (skill gap) dan ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Afriansyah mengungkapkan, meski tingkat pengangguran terbuka per Februari 2026 turun menjadi 4,68 persen, tantangan berupa disrupsi teknologi, otomatisasi, dan kebutuhan kompetensi baru tetap menuntut penguatan ekosistem pelatihan dan vokasi.
Dalam kesempatan itu, Afriansyah mendorong UM Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dan dunia industri, mengingat posisi kampus berada di kawasan industri strategis Bekasi. “Kampus, pemerintah, dan industri harus bergerak bersama menyiapkan SDM yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini maupun masa depan,” ujarnya di hadapan 370 wisudawan.
Afriansyah menutup pesannya dengan filosofi tajam: “Investasi terbaik sebuah bangsa bukan pada sumber daya alamnya, melainkan pada kualitas sumber daya manusianya. Jadilah motor penggerak kemajuan ekonomi nasional.”

Belum ada komentar