Program Magang Nasional 2026 Perluas Kuota 150 Ribu Peserta

Menaker Ajukan Tambahan 150 Ribu Kuota Magang Nasional 2026
beritakeadilan.com,

JAKARTA SELATAN, DKI JAKARTA-Tingginya minat masyarakat terhadap Program Magang mendorong Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajukan penambahan kuota hingga 150 ribu peserta untuk tahun 2026. Usulan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pengalaman kerja sekaligus menjawab kebutuhan industri akan tenaga kerja yang lebih siap kerja. Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Yassierli menegaskan bahwa program ini tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar. Pemerataan menjadi prinsip utama agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Yassierli, daerah dengan tingkat pengangguran tinggi akan mendapat porsi lebih besar. Hal ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran terbuka sekaligus memberi kesempatan bagi lulusan baru yang kerap terkendala minim pengalaman kerja. “Program ini harus menjangkau Indonesia bagian Barat, Tengah, hingga Timur. Pemerataan adalah komitmen kami,” tegasnya.

Industri nasional dinilai akan memperoleh keuntungan besar dari penambahan kuota ini. Talenta muda yang lebih siap kerja akan memperkuat sektor strategis, mulai dari manufaktur, teknologi, hingga layanan publik. Bidang magang juga akan dibuat beragam, tidak hanya terfokus pada satu sektor. Dengan begitu, keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri semakin kuat

Bagi lulusan baru, Program Magang menjadi pintu masuk penting ke dunia kerja. Melalui pengalaman langsung, mereka dapat meningkatkan keterampilan, memperluas jaringan, dan memperbesar peluang karier. “Dengan dukungan lintas kementerian, kami berharap program ini segera terlaksana sehingga harapan para calon peserta magang dapat terwujud,” ujar Yassierli.

Pemerintah menargetkan tiga hal utama melalui Program Magang Nasional 2026:

  • Akses lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pengalaman kerja.
  • Kesiapan lulusan memasuki pasar kerja dengan keterampilan relevan.
  • Keterhubungan erat antara pendidikan dan industri.

Penambahan kuota Program Magang menjadi 150 ribu peserta bukan sekadar angka. Ini adalah langkah konkret pemerintah untuk menjawab tantangan pengangguran, memperkuat daya saing tenaga kerja, dan memastikan pemerataan kesempatan di seluruh Indonesia.

Belum ada komentar