KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR – Perayaan hari besar di Kelenteng Kwan Sing Bio tahun ini dipastikan menjadi salah satu agenda paling meriah dalam sejarah, bahkan disebut sebagai yang terbesar dalam kurun sekitar 300 tahun. Kegiatan yang digelar pada 1-3 Mei 2026 itu tak hanya menghadirkan ritual keagamaan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui bazar yang melibatkan sekitar 300 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ketua Umum Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Teguh Prabowo Gunawan, menyebut agenda ini dirancang untuk memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin momentum ini tidak hanya sakral secara spiritual, tetapi juga berdampak nyata bagi UMKM dan sektor pendukung seperti perhotelan, pariwisata, serta jasa,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Ketua Panitia Kirab Budaya dan Bazar UMKM, Go Tjong Ping, menegaskan bahwa event tahun ini akan menjadi yang paling ramai dan spektakuler. “Ini bukan sekadar bazar, tapi perayaan budaya besar. Banyak bintang tamu top nasional hingga internasional akan hadir,” katanya.
Kolaborasi lintas organisasi turut memperkuat agenda ini. Panitia menggandeng Heri, Ketua Gerbang Wirausaha Jawa Timur sekaligus Sekretaris Perkomindo, untuk memperluas jejaring dan mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha.
“Ini bagian dari upaya kolektif agar UMKM lebih adaptif, naik kelas, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Heri.
Beragam pertunjukan lintas budaya akan ditampilkan, mulai dari kirab Khing Phin, atraksi Tatung khas Singkawang, Tangsin dari Manado, hingga barongsai dan liong. Selain itu, akan tampil Reog, wayang potehi, serta pasukan berkuda yang turut memeriahkan suasana.
Panggung hiburan juga akan diisi oleh sejumlah figur publik dan seniman dari berbagai daerah, seperti Roy Kiyoshi dari Jakarta, Suhu Budi Santoso dari Bandung, hingga artis dari Singapura. Tak ketinggalan penampilan musik angklung dan tari Bali, serta penyanyi dan penari dari Surabaya dan Kediri.
Kegiatan juga dilengkapi dengan berbagai agenda menarik seperti fashion show budaya Tionghoa, lomba melukis, lomba fotografi, hingga pertunjukan Sun Hok Kong dan Bhe Kun dari Semarang. Tradisi Fang Sen juga akan dilakukan secara besar-besaran sebagai bagian dari rangkaian acara.
Tak hanya hiburan, bazar UMKM akan menghadirkan beragam produk dan layanan, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga layanan seperti terapi tusuk jarum, pijat refleksi, dan pijat kretek. Pengunjung juga berkesempatan mengikuti undian yang akan digelar setiap jam.
Acara ini rencananya juga akan dibuka oleh pejabat kementerian sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM daerah.
Dengan rangkaian kegiatan yang padat dan beragam, panitia optimistis acara ini akan menjadi magnet besar bagi wisatawan. “Kami pastikan acara ini aman, nyaman, dan terbuka untuk umum. Mari datang dan ramaikan pada 1 hingga 3 Mei 2026,” pungkas Go Tjong Ping.

Belum ada komentar