KABUPATEN OGAN KOMERING ULU (Beritakeadilan, Sumatera Selatan) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) melalui Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) telah menggelar kegiatan sinkronisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bagi lembaga kursus dan pelatihan se-Kabupaten OKU.
Acara berlangsung di Grand Jati I Ballroom Bill Hotel Baturaja pada Rabu (18/09/24) dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Kepala Disdik OKU, Drs. H. Topan Indra Fauzi MM MPd, serta 45 operator Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang mengikuti acara tersebut.
Sri Hartati, SPd MM, selaku ketua panita pelaksana sekaligus perwakilan Bidang Kurikulum dan Penilaian PAUD PNF, di acara tersebut juga menjelaskan bahwa pentingnya kegiatan ini untuk memastikan agar seluruh data pendidikan yang ada di lembaga kursus dapat tersinkronisasi dengan baik.
“Setiap tahun ajaran baru, Dapodik di OKU telah mengalami perubahan. Dengan adanya sinkronisasi data pendidikan ini sangat penting untuk memastikan bahwa informasi yang akan dikelola lebih akurat dan dapat menjadi acuan dalam berbagai program yang dibuat Kemendikbudristek,” ungkapnya.
Kepala Disdik OKU, Topan Indra Fauzi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Dapodik merupakan aplikasi sangat vital dalam pengumpulan dan validasi data untuk pendidikan. Ujarnya.
Lanjut Topan, data yang tersinkronisasi dengan baik akan dapat mendukung berbagai kebijakan di pendidikan, termasuk program-program unggulan yang telah dibuat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Tegasnya.
“Dapodik tidak hanya menjadi acuan utama untuk kebijakan, tetapi juga sebagai sumber informasi penting dalam pengambilan keputusan berbasis data. Program seperti Bantuan Operasional Sekolah / Pendidikan (BOS/BOP), begitupun penyaluran tunjangan guru, Program Indonesia Pintar, Asesmen Nasional, dan akreditasi sekolah sangat bergantung pada data Dapodik yang berkualitas,” tandas Topan.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas data akan dapat memperluas manfaat Dapodik, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Kami berharap melalui sinkronisasi ini, data yang akan terkumpul semakin akurat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten OKU,” jelasnya.
Topan juga mengajak seluruh pihak yang terkait, terutama para guru dan tutor di lembaga kursus, untuk memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Hingga saat ini, tingkat pencapaian sinkronisasi Dapodik di lembaga kursus belum mencapai 100%, dan Topan berharap dukungan yang lebih besar untuk penyempurnaannya.
“Dukungan penuh dari semua pihak terkait, terutama tenaga pendidik, sangat penting dalam memajukan pendidikan. Sinkronisasi yang sempurna akan membantu mempersiapkan lulusan yang lebih terampil dan kompeten untuk menghadapi dunia kerja,” pungkas Topan.
(Ald).

Belum ada komentar