PAPUA — Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III meningkatkan pengamanan di seluruh pos keamanan dan rest area di kawasan PT Freeport Indonesia, menyusul serangan mendadak dan mematikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua beberapa waktu lalu.
Langkah penguatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan nasional, khususnya di wilayah objek vital strategis. Sejumlah personel TNI disiagakan dengan perlengkapan lengkap di berbagai titik, termasuk penempatan kendaraan tempur taktis seperti panser Anoa produksi dalam negeri.
Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan pasukan. Dengan mengenakan perlengkapan tempur lengkap, ia mengunjungi rest area Mile 50 PT Freeport Indonesia yang kini dijaga ketat oleh personel TNI.
Dalam kunjungannya, Lucky juga meninjau lokasi serangan yang sebelumnya menewaskan sejumlah karyawan PT Freeport. Ia menegaskan bahwa TNI mengambil langkah yang terukur dan antisipatif guna mencegah terulangnya insiden serupa.
“Penguatan ini mencakup peningkatan jumlah dan kesiapan personel yang profesional dan responsif, penguatan struktur pos keamanan, serta modernisasi persenjataan untuk menghadapi berbagai potensi ancaman,” ujar Lucky.
Selain itu, TNI juga menempatkan kendaraan taktis seperti panser Anoa buatan PT Pindad di sejumlah titik strategis sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi dinamika ancaman di lapangan.
Upaya tersebut turut diiringi dengan peningkatan patroli terpadu, pengawasan intensif, serta sinergi yang semakin kuat dengan aparat penegak hukum, unsur keamanan lainnya, serta tokoh adat dan tokoh agama setempat.
Lucky menegaskan, TNI berkomitmen penuh untuk menjaga kondusivitas dan keamanan seluruh objek vital nasional. Hal ini dinilai penting agar roda pembangunan nasional, khususnya di Papua, dapat terus berjalan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta daerah.
Dengan penguatan pengamanan ini, diharapkan situasi keamanan di kawasan PT Freeport Indonesia tetap terkendali dan aktivitas operasional dapat berlangsung secara aman dan lancar.

Belum ada komentar