Reuni 2026 di Tuban Libatkan 50 Rupang, Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan

Foto: istimewa
beritakeadilan.com,

KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR – Reuni Kimsin 2026 diproyeksikan menjadi salah satu perhelatan budaya berskala besar di Kabupaten Tuban pada tahun ini. Kegiatan ini tidak hanya diperkirakan menarik puluhan ribu pengunjung, tetapi juga melibatkan sedikitnya 50 komunitas Kimsin dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga menghadirkan dimensi partisipasi nasional dalam penyelenggaraannya. Seluruh rangkaian acara dipusatkan di kawasan Klenteng Kwan Sing Bio.

Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan telah merumuskan skema rekayasa lalu lintas sebagai langkah antisipatif terhadap potensi peningkatan volume kendaraan dan mobilitas masyarakat. Perencanaan tersebut dibahas dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, seiring dengan proyeksi lonjakan massa selama periode kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 3 Mei 2026.

Agenda utama berupa kirab budaya dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026, pukul 08.00 WIB. Ketua panitia, Go Tjong Ping, menyampaikan bahwa sedikitnya 30 kelompok akan berpartisipasi dalam kirab tersebut, dengan keterlibatan komunitas Kimsin dari berbagai wilayah di Indonesia. Partisipasi ini mencerminkan kuatnya jejaring sosial-budaya lintas daerah dalam komunitas Kimsin.

Berdasarkan estimasi panitia, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai sekitar 60 ribu orang. Untuk mengendalikan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan, area parkir akan dipusatkan di dalam kompleks klenteng, sehingga diharapkan dapat meminimalkan gangguan terhadap arus kendaraan di ruas jalan utama.

Rekayasa lalu lintas yang disiapkan mencakup penutupan Jalan RE Martadinata bagi kendaraan pengunjung guna menjaga kelancaran akses utama. Adapun rute kirab budaya direncanakan melintasi sejumlah ruas strategis, yakni Jalan Panglima Sudirman, Jalan Veteran sisi barat, Jalan Basuki Rachmad, hingga Jalan Diponegoro, sebelum kembali ke titik awal kegiatan.

Sejumlah titik simpul lalu lintas yang dinilai krusial menjadi fokus pengaturan dan pengamanan arus kendaraan, antara lain kawasan Swalayan Bravo, Simpang Tiga TWT, Simpang Tiga Tunah, Simpang Empat Sosial, serta Simpang Tiga Rest Area Abirama. Pada titik-titik tersebut akan dipasang rambu pengalihan arus sebagai bagian dari strategi mitigasi kemacetan.

“Harapan kami kegiatan ini dapat berlangsung secara tertib, aman, dan kondusif,” ujar Go Tjong Ping, Selasa (14/4/2026).

Dari aspek pengamanan, kegiatan ini melibatkan lintas instansi, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja, pemadam kebakaran, serta kepolisian. Dinas Kesehatan juga disiagakan dengan dukungan layanan medis dan ambulans guna mengantisipasi potensi kondisi darurat selama kegiatan berlangsung.

Namun demikian, penggunaan ruas jalan nasional dalam rangkaian kegiatan masih menunggu persetujuan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali. Panitia juga berkewajiban untuk memastikan kondisi infrastruktur jalan dikembalikan seperti semula setelah kegiatan selesai, termasuk menanggung konsekuensi perbaikan apabila terjadi kerusakan.

Selain kirab budaya, rangkaian kegiatan Reuni Kimsin 2026 akan diisi dengan pertunjukan seni, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai bentuk hiburan rakyat.

Pemerintah daerah memandang kegiatan ini tidak hanya sebagai ekspresi budaya, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan daya tarik pariwisata daerah dalam skala nasional.

Belum ada komentar