KABUPATEN OGAN KOMERING ULU (BeritaKeadilan, Sumatera Selatan) – Secara resmi latihan Super Garuda Shield 2024 di gelar pada Senin 26 Agustus 2024. Upacara pembukaan digelar di Pangkalan Udara Angkatan Laut Juanda Surabaya.
Panglima TNI Jendral Agus Subiyanto tinjau penerjunan di Batutaja dalam rangka latihan gabungan bersama (Latma) Super Garuda Shield (SGS) Tahun 2024 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada hari Kamis tanggal 29 Agustus tahun 2024.
Saat menyaksikan kegiatan penerjunan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jendral TNI M Tonny H, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, Dankodiklat TNI Laksdya TNI Maman Firmansyah, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI M. Naudi Nurdika, DanPuslatpur Baturaja Brigjen TNI Suparlan Purwo Utomo, dan ikut menyaksikan acara latma SGS ini Pj Bupati OKU, Bupati OKU Timur, Dandim 0403/OKU, Kapolres OKU, Kapolres OKU Timur, Kajari OKU Timur, Pejabat Forkopimda OKU dan OKU Timur dan tamu undangan lainnya.
Pelaksanaan Latihan gabungan bersama (Latma) Super Garuda Shield Tahun 2024 dimulai pada tanggal 26 Agustus 2024 hingga 06 September 2024 berlokasi di Surabaya, Pusat Latihan Tempur Baluran Situbondo, Banyuwangi (Jatim) dan di Puslatpur Baturaja OKU (Sumsel).
Panglima TNI Jendral TNI Agus Subiyanto dalam rangkaian kegiatan gabungan Garuda Shield (SGS) tahun 2024, menghadiri penerjunan di Puslatpur Baturaja Kabupeten OKU Sumsel pada Kamis 29 Agustus 2024.
Titik penerjunan dilaksanakan di lokasi Puslatpur Baturaja OKU Sumsel dengan melibatkan 3 negara penerjun antara lain Amerika Serikat, Jepan Ground Self-Defense Force (JGSDF) Jepang dan Indonesia dengan jumlah penerjunan sebanyak 200 orang dengan rincian AS sebanyak 80 orang, Indonesia 80 orang dan JGSDF Jepang sebanyak 40 orang penerjun.
Pasukan penerjun tersebut diangkut dengan menggunakan 2 pesawat C-130 US dan 2 unit pesawat C-130 Indonesia yang dibagi dua gelombang penerbangan.
Para penerjun di berangkatkan dari bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta menuju Puslatpur Baturaja OKU Sumsel, untuk kegiatan penerjunan ini dipimpin langsung oleh Danyonif-330/TD Letkol Inf. Dedy Pungky.
Super Garuda Shield 2024 melibatkan sekitar 5.500 pasukan gabungan dari semua negara peserta, sekitar 2.500 di antaranya adalah personel militer AS.
Tahun 2024 ini, personel militer dari Amerika Serikat, Indonesia, Australia, Kanada, Prancis, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Inggris, dan Selandia Baru turut berpartisipasi. 12 negara tambahan turut hadir menjadi pengamat latihan ini.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan, latihan tahun 2024 ini Latma melibatkan 16 negara.
“Untuk negara yang ikut serta diantaranya Indonesia sebagai tuan rumah, kemudian Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Jepang, Singapura, Prancis, Inggris, Papua Nugini, Timor Leste, India, Kanada dan Korea Selatan. Dengan total sebanyak 5.500 personil militer.” Jelas Jenderal Agus Subiyanto.
“Latihan gabungan Super Garuda Shield 2024 merupakan latihan rutin bersama tahunan antara TNI dan Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat (INDOPACOM) yang dirancang untuk lebih memperkuat interopabilitas, kemampuan, rasa saling percaya, dan kerjasama yang telah dibangun dan untuk dapat mengasah kemampuan prajurit masing-masing negara dalam pola latihan gabungan Super Garuda Shield tahun 2024. merupakan sarana untuk menciptakan dan membangun rasa saling percaya di sektor militer, memperkuat hubungan bilateral antarmiliter, dan hubungan multilateral dan dapat beradaptasi, kemudian belajar dan bertukar budaya sehingga memberi pengalaman nyata selama berada di Indonesia” jelas Panglima TNI.
Latihan militer gabungan Super Garuda Shield 2024 ini bertujuan untuk lebih memperkuat kemitraan pertahanan AS-Indonesia, sesuai dengan Pengaturan Kerja Sama Pertahanan (Defense Cooperation Arrangement) dalam mendukung kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, termasuk dengan meningkatkan kemampuan pemerintah dari negara peserta untuk bertukar data secara aman dan otomatis tanpa memandang batas geografis, politik, atau organisasi. Ujar Jendral Agus Subiyanto.
(Rinaldi)

Belum ada komentar