Gas Pol Awal Tahun, Polres Tanjung Perak Amankan Titik Vital Surabaya
TANJUNG PERAK (Beritakeadilan.com, Jawa Timur)–Memasuki pekan pertama tahun 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak memastikan pengamanan wilayah tidak mengendur. Demi menjaga kondusivitas Kota Pahlawan, aparat kepolisian langsung tancap gas menggelar Patroli Stasioner Cipta Kondisi (Cipkon) berskala besar pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 3–4 Januari 2026.
Patroli gabungan ini menyasar sejumlah titik vital yang menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa aparat hadir sejak awal tahun untuk memberikan rasa aman bagi warga.
Foto: Patroli gabungan Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama TNI saat Cipkon malam hari di kawasan Surabaya Utara awal tahun 2026
Kegiatan Cipkon tersebut dipimpin langsung Kabag SDM Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Kamran. Pasukan gabungan yang terdiri dari Pejabat Utama Polres Pelabuhan Tanjung Perak, personel TNI AD, serta TNI AL bergerak menyisir wilayah Surabaya bagian utara secara stasioner dan mobile.
Fokus utama patroli diarahkan ke dua kawasan yang dikenal selalu padat pengunjung, khususnya saat akhir pekan, yakni Jalan Kembang Jepun yang menjadi sentra Wisata Kuliner Kya-Kya serta Jalan Nyamplungan sebagai kawasan Wisata Religi Sunan Ampel. Di dua lokasi ini, kehadiran aparat dinilai krusial untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menjelaskan bahwa patroli stasioner Cipkon digelar sebagai langkah preventif guna menjamin rasa aman masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari.
"Patroli Stasioner Cipkon ini kami laksanakan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kejahatan malam. Kami ingin memastikan masyarakat yang beraktivitas merasa aman dan tenang," ujar Iptu Suroto, Minggu (4/1/2026).
Ia menegaskan, fokus utama personel di lapangan adalah mengantisipasi kejahatan 3C, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor. Selain itu, berbagai fenomena yang kerap meresahkan warga, seperti aksi gangster, tawuran antarkelompok, hingga balap liar, juga menjadi prioritas penindakan.
"Kehadiran personel di lapangan secara masif bertujuan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Kita antisipasi jangan sampai ada aksi balap liar atau tawuran yang dapat mengganggu situasi kondusif wilayah," tambahnya.
Hingga Minggu dini hari, rangkaian patroli Cipkon dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Situasi keamanan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak terpantau kondusif, arus lalu lintas berjalan lancar, serta aktivitas masyarakat di sentra-sentra wisata tetap berlangsung normal.
Sinergitas antara TNI dan Polri dalam patroli skala besar ini diharapkan mampu menjaga tren positif keamanan di awal tahun 2026. Dengan kondisi wilayah yang aman dan terkendali, roda perekonomian serta aktivitas sosial masyarakat di kawasan Tanjung Perak dapat terus berputar optimal tanpa rasa khawatir.(**)