WHO Berbagi Tips Eksekusi Objek Jaminan Fidusia

oleh : -
WHO Berbagi Tips Eksekusi Objek Jaminan Fidusia
banner 970x250

JAKARTA PUSAT (Beritakeadilan, DKI Jakarta) -  Praktisi Hukum Jaminan Fidusia Wempi Hendrik Obeth Ursia, SH yang berperan aktif memberikan edukasi serta pemahaman terhadap Debt Collector, memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak perlu takut, karena menurutnya para Debt Collector terutama dari Timur merupakan orang-orang yang baik, bahkan menurutnya anak Timur itu Tampang Serem Tapi Hatinya Hello Kitty.

 

"Anak-anak Timur itu orangnya baik-baik, tanamkan saja bahwa anak-anak Timur itu walau mukanya serem tapi hatinya hello Kitty, seperti Durian, walau kulitnya tajam dalamnya lembut dan manis, jadi memang harus dekat dulu baru ketahuan hatinya," Ujarnya kepada wartawan, Jakarta (19/03).

 

Wempi yang berprofesi sebagai Praktisi Hukum Jaminan Fidusia merupakan sosok yang peduli terhadap para Debt Collector, dirinya sering memberikan edukasi dan pemahaman kepada para Debt Collector agar taat terhadap hukum yang ada.

 

"Kami berupaya dengan sumber daya yang kami punya dengan kapasitas ilmu hukum fidusia dan pengalaman di lapangan, kami memberi edukasi kepada teman-teman debtkolektor supaya dalam melakukan eksekusi jaminan fidusia, mereka yang bertugas sebagai eksusi jaminan fidusia , mereka harus taat hukum harus mengerti apa itu fidusia, ada norma-norma dalam suatu wilayah ketika diharuskan masuk kewilayah RT atau RW mereka harus lapor, dengan begitu pemangku wilayah akan memberikan akses kepada mereka,"katanya.

 

"Dalam prosesnya diharapkan teman-teman dapat melewati tahapan-tahapan prosedur yang harus mereka hargai,"tutur Wempi.

 

Pria yang juga menulis buku tentang Hukum Jaminan Fidusia ini memberikan tips untuk para Debt Collector atau Petugas Eksekusi Objek Jaminan Fidusia ( PEJOF ) )agar lebih elegan dalam mengeksekusi suatu objek jaminan fidusia yakni kenderaan roda 4 dan roda 2.

 

"Pesan untuk teman debt collector mereka hari belajar dengan pola baru, ada supermasi hukum, ada aturan dan norma, hukum pidana hukum perdata jangan di langgar, Jadi harus di pahami hukum itu dibuat untuk mengatur hubungan antara manusia, kalau dilanggar itu sudah pasti kena sanksi hukum."pesanya 

 

Terakhir Wempi mengutip moto dari Institusi Polri yang responsif dan Humanis, dirinya berharap cara-cara baru dalam proses Fidusia harus humanis, dengan demikian menurutnya dapat menyelesaikan masalah tanpa masalah.

 

"Saya yang memang menjadi pemerhati Debt Collector ini terus memberikan pemahaman agar kesan angker itu tidak ada lagi, ada moto Polri Responsif dan Humanis itu bagus, ada lagi moto Pegadaian mengatasi masalah tanpa masalah."ucapnya.

 

Terkait eksekusi yang dilakukan di jalan Pelepah Indah 1, Kelapa Gading, Jakarta Utara Wempi Menilai para Debt Collector binaannya sudah melakukan secara prosedural dan profesional namun pemilik roda empat yang menkadi target eksekusi tidak memiliki itikan baik bahkan diduga memdapat dukungan dari salah satu penyidil di Polres Jakarta Utara.

 

"Saya melihat kawan-kawan debt collector yang sudah menjalankan tugasnya secara profesional mendapatkan respon kurang baik dari pemilik kendaraan roda empat yang akan di eksekusi namun saya melihat diduga pemilik kendaraan mendapat dukungan dari salah satu penyidik di Polres Jakarta Utara sehingga pemilik mobil tidak mengindahkan kawan-kawan dilapangan," Ungkap WHO.

 

Atas dugaan tersebut awak media sudah berupaya mengkonfirmasi kepada Kasubdit Resmob Polres Jakarta Utara melalui pesan singkat Whatsapp namun sampai berita ini diturunkan belum juga ada jawaban.

 

Ditempat yang sama pihak kepolisian yang juga ikut serta dalam proses penarikan unit kendaraan Fidusia Bhabinkamtibmas Kelurahan Kelapa Gading Timur Brigadir Ery Wijaya mengatakan pihaknya berharap setiap persoalan dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan, pihaknya hanya sebatas penengah yang tidak berpihak kepada siapapun.

 

"Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan, namun jika tidak dapat terselamatkan silakan melapor ke Polres atau Polsek, agar tidak ada keributan, sebagai Bhabinkamtibmas kami tidak memihak kepada pihak manapun, kami sebagai penengah saja, silakan dimusyawarahkan mau diseleskain disini atau ke jalur hukum,"katanya.

 


Indra Ketua Rukun Warga (RW) 018/5 Kelurahan Kelapa Gading Timur Kec Kelapa Gading berpendapat bahwa kedua belah pihak dirugikan, dirinya berharap permasalahan ini dapat segera selesai.

 

"Kalau saya menilainya kedua belah pihak dirugikan, tapi posisinya kalau memang sudah ada laporan polisi, polisi harus bertindak netral, jika barang bukti itu harus segera di eksekusi dari rumah salah satu pihak, pihak yang satu akan mempertanyakan juga, kenapa ditarok dirumah saya,"ujarnya.

 

"Saya berpesan dengan kawan-kawan Debt collector harus lebih bijak lagi dalam proses penarikan kendaraan bermotor, kalau masuk ke kampung orang itu ya setidaknya Assalamualaikum, ke pemilik kendaraan juga Assalamualaikum, setelah itu cari jalan yang terbaik, memang salah kita leasing ada perjanjian ada berkas yang kita tandatangani sah secara hukum itu, nah kalau dijalan dirampas motor orang itu juga ada undang-undangnya, cara terbaik bagaimana, diikuti sampai kerumahnya, dikasih pengertian dikeluarkan perjanjian leasingnya atau lapor ke bapak Polisi setempat supaya dapat diambil oleh Negara itu menurut saya, himbauan untuk warga saya itu kalau dikira ngga ada uang jangan leasing lah, karenakan hutang itu dunia akhirat yang harus dibayar, leasing pinjol ya harus dibayar, pesan saya ya jangan ambil motor lewat leasing kalau kita ngga punya bayangan untuk melakukan pembayaran setiap bulannya,"pesan pak RW.

(M.NUR)

banner 400x130
banner 728x90