CSR Jalan, Warga Sumur Tua Wonocolo Tetap Tercekik Utang

Foto: Sumur tua yang berhenti aktivitas.warga mengeluh karena kesulitan mencari nafkah.
beritakeadilan.com,

KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR – Program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan Pertamina EP Field Cepu di kawasan sumur tua Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro mulai mendapat sorotan. Di tengah berbagai bantuan yang telah digelontorkan perusahaan migas tersebut, sebagian warga Desa Wonocolo masih bergulat dengan tekanan ekonomi akibat lesunya produksi minyak tradisional.

Dalam empat tahun terakhir, Pertamina EP Field Cepu menyalurkan sejumlah program sosial di kawasan sumur tua Wonocolo. Program itu meliputi penyediaan fasilitas air bersih hingga pengembangan kawasan wisata Geopark Wonocolo.

Perwakilan Pertamina EP Field Cepu, Edy Arto, mengatakan program CSR tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah tambang minyak tradisional.

“Program yang sudah berjalan di antaranya penyediaan fasilitas air bersih dan pengembangan fasilitas wisata Geopark Wonocolo,” ujar Edy.

Namun di balik pembangunan fasilitas tersebut, denyut ekonomi warga belum sepenuhnya pulih. Penurunan produksi minyak di sumur tua Kedewan membuat banyak warga kehilangan sumber penghasilan utama mereka.

Salah satunya dialami Wartini, warga Desa Wonocolo. Perempuan yang akrab disapa Warti itu mengaku kondisi ekonomi keluarganya memburuk setelah sumur minyak tempat suaminya bekerja berhenti beroperasi.

“Suami saya sudah tidak bekerja lagi karena sumurnya tutup dan tidak produksi. Hutang juga masih banyak,” kata Warti. Kamis (14/5/2026).

Lesunya aktivitas tambang tradisional membuat keluarga Warti kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk bertahan hidup, keluarganya terpaksa menanggung sejumlah utang, termasuk menggadaikan BPKB kendaraan ke bank.

Di tengah kondisi itu, Warti memilih merantau ke Surabaya dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga demi membantu menopang ekonomi keluarga. Ia berharap aktivitas sumur tua di Wonocolo kembali menggeliat agar masyarakat memiliki pekerjaan dan penghasilan yang lebih pasti.

Kondisi warga Wonocolo menjadi potret tantangan ekonomi yang masih membayangi kawasan sumur tua Kedewan. Di tengah program CSR yang terus berjalan, masyarakat berharap dukungan perusahaan dan pemerintah tidak berhenti pada pembangunan fasilitas umum semata, tetapi juga menyentuh penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi warga di sekitar wilayah tambang minyak tradisional.

Belum ada komentar