SURABAYA (Beritakeadilan.com, Jawa Timur) – Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, memberikan penghargaan khusus kepada Kapolsek Wonokromo Kompol Hegy R bersama tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (tomas) yang dinilai berperan besar menjaga keamanan serta kondusifitas di Mapolsek Wonokromo usai terjadinya aksi unjuk rasa anarkis beberapa waktu lalu.
Dalam penyerahan penghargaan tersebut, Kombes Pol Luthfi menegaskan bahwa terciptanya situasi aman tidak bisa dilepaskan dari peran aktif masyarakat yang bergandengan tangan dengan aparat kepolisian.
“Kami mengucapkan terima kasih yang luar biasa atas bantuan toga dan tomas di wilayah hukum Polsek Wonokromo yang telah melaksanakan pengamanan saat itu,” ucap Kombes Pol Luthfi, Minggu (7/9).
Menurutnya, peran tokoh agama dan tokoh masyarakat membuktikan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab polisi semata, melainkan kewajiban bersama.
Dalam sambutannya, Luthfi menekankan bahwa apa yang terjadi di Wonokromo dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Ia menyebut masyarakat Surabaya mampu bersatu menjaga ketertiban meski situasi berpotensi menimbulkan kerusuhan.
“Surabaya ini kota perjuangan. Kejadian kemarin membuktikan, masyarakat tidak hanya jadi penonton, tetapi ikut serta menjaga keamanan. Itu luar biasa,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung peristiwa di Amerika Serikat pada tahun 1964 yang melahirkan sistem panggilan darurat 911. Dari perbandingan itu, Luthfi menilai kepedulian masyarakat Surabaya jauh lebih menonjol.
“Kalau di luar negeri ada kasus orang hanya menonton tanpa membantu, di Surabaya justru berbeda. Masyarakat turun tangan, menunjukkan kepedulian, dan inilah yang membuat situasi tetap aman,” jelasnya.
Pemberian penghargaan ini tidak hanya simbolis, tetapi juga sebagai bentuk motivasi agar sinergi antara aparat kepolisian, tokoh agama, dan tokoh masyarakat terus terjaga. Harapannya, Surabaya semakin kokoh menjaga keamanan dan ketertiban bersama.(**)

Belum ada komentar