KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR – Lanskap industri modern kini menuntut tenaga kerja muda tidak hanya mahir membaca data mentah, tetapi juga piawai mengolahnya menjadi narasi strategis yang bernilai bisnis. Merespons tantangan tersebut, puluhan pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Bojonegoro digembleng dalam pelatihan data storytelling dan visualisasi laporan berbasis Business Intelligence (BI).
Pelatihan yang berlangsung di Ruang Pelatihan Pusat Informasi Masyarakat (PIB) Bojonegoro pada Sabtu, 19 September 2026 ini menitikberatkan pada integrasi analisis data terstruktur dan penyajian visual. Menggunakan platform intuitif seperti Canva perangkat BI, para peserta diajak mengubah angka-angka teknis yang kaku menjadi dokumen presentasi yang komunikatif dan analitis.
Langkah ini dirancang sebagai jembatan bagi SDM lokal daerah sekitar wilayah operasi Blok Cepu-meliputi Bojonegoro dan Tuban-agar memiliki daya saing tinggi saat terjun ke dunia kerja profesional, pendampingan UMKM, maupun selama menjalani masa magang industri.
Perwakilan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Husna Widhi Hastuti, mengungkapkan bahwa penguasaan alih data menjadi narasi visual merupakan kemampuan krusial di era digital. Menurut dia, laporan kerja idealnya berfungsi sebagai media strategis pembuat keputusan, bukan sekadar tumpukan dokumen formalitas.
“Kami ingin para peserta mampu mengubah data menjadi cerita yang jernih, menarik, dan bernilai guna tinggi,” ujar Husna. Ia menambahkan, program hasil kolaborasi EMCL dan PIB Bojonegoro ini merupakan komitmen jangka panjang dalam meningkatkan taraf hidup dan kapasitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Sementara itu, perwakilan PIB Bojonegoro, Lulus Harka Anggara, menegaskan pentingnya pembekalan berkelanjutan bagi para peserta sebelum resmi melangkah ke pasar kerja. Integrasi antara logika analisis data dan kecakapan komunikasi visual dinilai menjadi modal utama anak muda daerah agar tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya industrialisasi.
“Kami akan terus mendampingi dan memberikan pembekalan teknis kepada mereka sebelum benar-benar masuk ke dunia kerja profesional,” kata Lulus.

Belum ada komentar