Sambut HUT Ke-81 RI, Rutan Kelas I Surabaya Gelar Kerja Bakti Massal Libatkan Ratusan Warga Binaan

Foto: Petugas bersama ratusan warga binaan Rutan Kelas I Surabaya melaksanakan kerja bakti massal membersihkan lingkungan dalam rangka menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
beritakeadilan.com,

SURABAYA, JAWA TIMUR – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya menggelar kerja bakti massal yang melibatkan seluruh petugas serta ratusan warga binaan. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong sekaligus bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman.

Sejak pagi hari, suasana kebersamaan tampak memenuhi setiap sudut kompleks rutan. Para petugas bersama warga binaan bergotong royong membersihkan halaman, menyapu area lingkungan, memangkas rumput, mengangkat sampah, membersihkan saluran drainase, hingga merapikan berbagai fasilitas umum yang ada di dalam rutan.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Tidak terlihat adanya sekat antara petugas dan warga binaan. Seluruh peserta bekerja sama demi mewujudkan lingkungan yang lebih tertata sebagai bentuk kesiapan menyambut momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Rutan Kelas I Surabaya, Hengki Giantoro, mengatakan kerja bakti massal merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, menjaga kebersihan sebenarnya telah menjadi rutinitas harian di lingkungan rutan. Namun, menjelang peringatan hari besar nasional, pembersihan dilakukan secara menyeluruh agar seluruh area rutan terlihat lebih bersih, rapi, dan nyaman.

“Kegiatan ini kami laksanakan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Memang setiap hari kami melakukan pembersihan, tetapi kali ini kami melaksanakan kerja bakti secara menyeluruh agar seluruh lingkungan rutan menjadi lebih bersih dan tertata,” kata Hengki, Selasa (4/8/2026).

Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh penghuni rutan.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh warga binaan dilibatkan secara aktif. Mereka bersama petugas membersihkan berbagai area sebagai bentuk partisipasi dalam menjaga lingkungan tempat mereka menjalani proses pembinaan.

Hengki menilai keterlibatan warga binaan memiliki nilai positif karena mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan serta membangun tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan.

“Tidak hanya petugas Rutan yang ikut membersihkan, seluruh warga binaan juga kami libatkan. Mereka bersama-sama membersihkan lingkungan sehingga tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap kebersihan tempat ini,” ujarnya.

Kebersamaan yang terbangun selama kerja bakti menjadi gambaran bahwa semangat gotong royong tetap dapat tumbuh di lingkungan pemasyarakatan sebagai bagian dari proses pembinaan.

Lebih dari sekadar membersihkan lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi warga binaan. Melalui aktivitas bersama, mereka diajak membangun kedisiplinan, kerja sama, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Menurut Hengki, nilai-nilai tersebut merupakan bekal penting bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

“Kami ingin menanamkan nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan bekerja bersama, warga binaan belajar tentang disiplin, tanggung jawab, dan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia berharap kebiasaan menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan saat ada kegiatan tertentu, melainkan menjadi budaya yang terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.

Hengki menjelaskan bahwa lingkungan yang bersih memiliki peran penting dalam menciptakan suasana rutan yang aman, sehat, dan kondusif. Kondisi tersebut diyakini mampu mendukung pelaksanaan program pembinaan sehingga berjalan lebih efektif.

Menurutnya, kenyamanan lingkungan akan memberikan dampak positif bagi petugas maupun warga binaan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Lingkungan yang bersih akan memberikan kenyamanan bagi semua penghuni rutan. Karena itu, kebersihan menjadi tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga, bukan hanya menjelang peringatan hari besar, tetapi menjadi budaya setiap hari,” ujarnya.

Momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, lanjut Hengki, hendaknya dimaknai bukan hanya melalui pelaksanaan upacara maupun berbagai perlombaan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang membawa manfaat bagi lingkungan.

Semangat persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial harus terus dipelihara di mana pun, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.

“Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara atau perlombaan, tetapi juga melalui kegiatan positif seperti gotong royong. Kami berharap semangat tersebut dapat dirasakan seluruh petugas maupun warga binaan sehingga tercipta lingkungan rutan yang semakin baik,” katanya.

Kerja bakti massal ini menjadi salah satu bentuk komitmen Rutan Kelas I Surabaya dalam membangun lingkungan pemasyarakatan yang bersih, tertib, dan humanis. Selain menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan tersebut juga memperkuat nilai kebersamaan yang menjadi bagian penting dari proses pembinaan warga binaan menuju pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat.

Belum ada komentar