Diduga Dipicu Ledakan Elpiji: Empat Bangunan Ludes Terbakar di Dukuh Kupang Surabaya, Satu Orang Alami Luka Bakar

Foto: Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang menghanguskan empat bangunan di Dukuh Kupang Gang 25, Surabaya, diduga akibat ledakan tabung elpiji.
beritakeadilan.com,

SURABAYA, JAWA TIMUR – Kebakaran hebat melanda kawasan Dukuh Kupang Gang 25, Surabaya, Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Peristiwa yang diduga dipicu ledakan tabung elpiji di sebuah kedai nasi goreng tersebut menghanguskan sedikitnya empat bangunan dan menyebabkan satu orang mengalami luka bakar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, titik api pertama kali muncul dari kedai nasi goreng yang berada di depan Soto Ayam Boyolali, Dukuh Kupang Gang 25. Tak lama berselang, kobaran api membesar dan dengan cepat merembet ke sejumlah bangunan di sekitarnya.

Bangunan yang terdampak kebakaran meliputi satu kedai nasi goreng yang diduga menjadi sumber awal kebakaran, sebuah kios parfum di sisi kiri, warung kopi di sebelah kanan, serta satu rumah warga yang berada di bagian belakang lokasi kejadian.

Besarnya kobaran api membuat keempat bangunan mengalami kerusakan parah. Kondisi permukiman yang cukup padat turut menyulitkan proses pemadaman pada awal kejadian.

Dalam insiden tersebut, seorang warga dilaporkan mengalami luka bakar. Korban segera dievakuasi oleh petugas dan mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Dukuh Kupang.

Sementara itu, petugas Dinas Pemadam Kebakaran bersama unsur terkait bergerak cepat melakukan pemadaman sekaligus mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Dugaan sementara mengarah pada ledakan tabung elpiji di kedai nasi goreng, namun kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kebakaran serta menghitung total kerugian material yang ditimbulkan.

Masyarakat diimbau agar selalu memastikan kondisi tabung elpiji, regulator, selang gas, dan peralatan memasak dalam keadaan aman. Apabila ditemukan potensi kebocoran atau kondisi yang membahayakan, warga diminta segera melaporkannya kepada petugas guna mencegah terjadinya kebakaran.

Belum ada komentar