MADIUN, JAWA TIMUR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Rinengga Seni Jawa (RSJ) SMAN 1 Saradan setelah berhasil meraih Juara I Lomba Dongkrek dalam ajang Pekan Seni Pelajar (PSP) Kabupaten Madiun 2026 yang digelar di Lapangan Desa Tiron, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Senin (6/7/2026).
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda mampu melestarikan sekaligus mengembangkan seni tradisi menjadi pertunjukan yang kreatif, menarik, dan tetap berakar pada nilai budaya lokal.
Mengusung karya bertajuk “KARMA”, tim RSJ SMAN 1 Saradan menghadirkan perpaduan musik, tari, dan drama yang terinspirasi dari cerita rakyat Dongkrek asal Mejayan.
Sajian “KARMA” mengambil latar kehidupan di Desa Mejayan setelah berakhirnya pageblug Mayangkara dan kemenangan Eyang Palang atas Gandarwa. Cerita kemudian berkembang menjadi kisah imajinatif tentang asal-usul tokoh Perot, salah satu karakter ikonik dalam seni Dongkrek.

Cerita berfokus pada dua cucu kembar Eyang Palang yang memiliki paras sama cantik, namun bertolak belakang dalam sifat dan kepribadian. Rasa iri yang tumbuh pada salah satu tokoh membuatnya membangkitkan kembali Gandarwa demi menjadi satu-satunya putri di Desa Mejayan.
Namun, perbuatannya justru berbuah petaka. Sebagai balasan atas sifat iri dan dengkinya, ia menerima karma berupa perubahan wajah menjadi buruk dan mulut yang menjadi perot.
Melalui kisah tersebut, pertunjukan menyampaikan pesan moral bahwa setiap perbuatan buruk pada akhirnya akan kembali kepada pelakunya.
Selain kekuatan cerita, penampilan RSJ SMAN 1 Saradan juga mendapat apresiasi berkat inovasi pada garapan musik. Iringan Dongkrek yang selama ini identik dengan pola musik pakem dikembangkan menjadi lebih dinamis, variatif, dan kreatif tanpa meninggalkan ciri khas kesenian aslinya.
Konsep tersebut diharapkan mampu membuat seni Dongkrek semakin dekat dengan generasi muda sekaligus tetap lestari sebagai warisan budaya Kabupaten Madiun.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh pemain, pelatih, serta tim pendukung yang selama berbulan-bulan mempersiapkan penampilan terbaik mereka.
Pelatih tari dipercayakan kepada Eni Candra Kirana, S.Pd, sementara penata musik adalah Erza Julio.
Adapun para pemain yang tampil dalam karya “KARMA” yaitu Sheila Melati Putri Renata, Inayah Khusnul Khotimah, Ryzena Lovellya Santoso, Fhania Nooranjelyna Vasya, Maya Fitriani, Aprilia Novianti, Joko Adi Susilo, Zaqi Aditya Saputra, Jessica Marcelia, Khanza Widi Kartika, Deis Evi Farawansa, Ragil Damar Utama, Marcellina Septya Dwi Mualifah, Fanya Nur Destiawati, Ervan Gilang Ramadhan, Sugito, David, Vicky Fauzul Mubin, Kirana Cinta Lestari, dan Lifka Yus Andriani.
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMAN 1 Saradan sekaligus membuktikan bahwa pelestarian budaya lokal mampu melahirkan karya seni yang berkualitas dan berprestasi di tingkat Kabupaten Madiun.

Belum ada komentar