Ruwatan Massal Festival Joko Dolog Surabaya 2026 Diikuti 97 Peserta, Lestarikan Tradisi Bulan Suro

Foto: Prosesi Ruwatan Massal Festival Joko Dolog Surabaya 2026 di Cagar Budaya Arca Joko Dolog yang diikuti 97 peserta dengan ritual Pradaksina.
beritakeadilan.com,

SURABAYA, JAWA TIMUR – Tradisi budaya dan spiritual Nusantara kembali digelar dalam rangka Festival Joko Dolog Surabaya 2026. Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog menyelenggarakan Ruwatan Massal di kawasan Cagar Budaya Arca Joko Dolog, Surabaya, Rabu Wage (1/7/2026).

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Bulan Suro ini menjadi wujud pelestarian warisan budaya leluhur sekaligus momentum spiritual untuk memanjatkan doa bersama demi keselamatan, ketenteraman, kebahagiaan, serta harapan terbebas dari berbagai kesialan maupun energi negatif dalam kehidupan.

Ketua Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog sekaligus Ketua Panitia, Khoirul Anam, S.H., menjelaskan bahwa Ruwatan Massal di Cagar Budaya Arca Joko Dolog memiliki keunikan yang tidak ditemukan di lokasi lain, yakni adanya ritual Pradaksina, yaitu mengelilingi Arca Joko Dolog sebanyak tujuh kali.

“Ruwatan Massal di Cagar Budaya Arca Joko Dolog memiliki ciri khas yang tidak dijumpai di tempat lain, yaitu adanya ritual Pradaksina, yakni mengelilingi Arca Joko Dolog sebanyak tujuh kali,” ujar Khoirul Anam.

Foto: Prosesi Ruwatan Massal Festival Joko Dolog Surabaya 2026 di Cagar Budaya Arca Joko Dolog yang diikuti 97 peserta dengan ritual Pradaksina.
Foto: Prosesi Ruwatan Massal Festival Joko Dolog Surabaya 2026 di Cagar Budaya Arca Joko Dolog yang diikuti 97 peserta dengan ritual Pradaksina.

Menurutnya, ritual tersebut memiliki filosofi sebagai simbol perjalanan hidup manusia dalam membersihkan diri, menetralisir karma buruk, melepaskan energi negatif, serta memohon tuntunan agar memperoleh kehidupan yang lebih baik, selaras, dan penuh keberkahan.

Koordinator Acara, Ki Hari Potter, mengungkapkan bahwa jumlah peserta Ruwatan Massal tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Sebanyak 97 peserta mengikuti seluruh prosesi yang berlangsung dengan tetap menjunjung tinggi nilai budaya, spiritualitas, dan kearifan lokal.

“Tahun 2026 ini antusias peserta sangat banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 97 orang. Seluruh rangkaian kegiatan disusun dengan tetap menghormati nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur. Diharapkan masyarakat dapat memahami makna ruwatan bukan sebagai sesuatu yang bersifat mistis semata, melainkan sebagai momentum introspeksi diri, penyucian batin, serta mempererat persaudaraan,” jelas Ki Hari Potter.

Prosesi Ruwatan Massal dipimpin oleh Dalang Ruwat Ki Suwito Sri Mudo Darsono bersama 17 tokoh spiritual Abdi Dalem Eyang Joko Dolog. Seluruh tata cara ruwatan dilaksanakan sesuai pakem tradisi Jawa sehingga berlangsung khidmat dan sarat nilai filosofis.

Melalui penyelenggaraan Festival Joko Dolog Surabaya 2026, Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog berharap nilai-nilai budaya adiluhung Nusantara terus terjaga dan semakin dikenal oleh generasi muda. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam merawat serta melestarikan warisan budaya bangsa agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Belum ada komentar