SURABAYA, JAWA TIMUR – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Pahlawan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Situasi yang terkendali ini mendapat apresiasi langsung dari Kapolrestabes Surabaya, Luthfi Sulistiawan.
Ucapan terima kasih tersebut disampaikan sebagai bentuk penghargaan atas kedewasaan serikat pekerja dan elemen mahasiswa dalam merayakan momentum Hari Buruh secara damai, tanpa gesekan, serta tetap mengedepankan dialog konstruktif.
Kapolrestabes menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan May Day tahun ini bukan semata hasil kerja aparat kepolisian, melainkan buah dari komitmen bersama antara buruh, mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas kota.
“Terima kasih kepada seluruh serikat pekerja dan elemen mahasiswa yang telah menunjukkan komitmen menjaga keamanan, ketertiban, dan suasana damai selama rangkaian kegiatan May Day berlangsung. Kolaborasi ini membuktikan bahwa penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara tertib, santun, dan tetap menghormati kepentingan masyarakat luas,” ujar Kombes Pol Luthfi, Sabtu (02/5).

Menurutnya, peringatan Hari Buruh merupakan ruang demokrasi yang sah bagi pekerja untuk menyampaikan aspirasi terkait kesejahteraan, perlindungan kerja, hingga keadilan sosial. Kondusifnya suasana May Day 2026 di Surabaya dinilai menjadi indikator meningkatnya kedewasaan demokrasi.
Ia juga menambahkan bahwa Polrestabes Surabaya akan terus membuka ruang komunikasi serta memperkuat kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat.
“Semangat kebersamaan seperti ini perlu terus dijaga. Kota Surabaya membutuhkan energi positif dari semua pihak agar tetap menjadi ruang hidup yang aman, produktif, dan harmonis,” lanjutnya.
Sepanjang rangkaian kegiatan, massa buruh dan mahasiswa terlihat menyampaikan aspirasi secara tertib. Di sisi lain, aparat kepolisian menjalankan pengamanan dengan pendekatan humanis dan persuasif.
Atmosfer kebersamaan tersebut mempertegas bahwa demokrasi tidak selalu identik dengan konflik. Dialog yang sehat antara masyarakat dan aparat justru mampu menciptakan stabilitas sosial yang produktif.
Berakhirnya May Day 2026 dengan aman menjadi catatan positif bagi Surabaya sebagai kota yang mampu menjaga keseimbangan antara kebebasan berpendapat dan ketertiban publik.
Momentum ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi menjadi budaya kolektif dalam membangun hubungan industrial yang harmonis serta kehidupan kota yang semakin inklusif.

Belum ada komentar