KOTA MAKASSAR, SULAWESI SELATAN-Di tengah eskalasi teknologi militer global, arah kebijakan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) kini memasuki babak baru yang lebih progresif. Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., memberikan instruksi krusial saat mendarat di Apron Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (20/4/2026).
Kedatangan pemegang komando tertinggi angkatan udara ini disambut langsung oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto. Namun, kunjungan ini bukan sekadar seremoni militer biasa. Kasau membawa pesan mendalam mengenai pergeseran paradigma pertahanan yang kini mulai menyentuh ranah kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Dihadapan para Perwira jajaran Lanud Sultan Hasanuddin dan Insub, Marsekal Tonny Harjono memaparkan realita pahit bahwa karakter peperangan modern tidak lagi terbatas pada kontak fisik di darat, laut, dan udara. Beliau menegaskan bahwa ancaman kini menyusup melalui domain siber hingga ruang angkasa yang dipengaruhi oleh dinamika geoekonomi global.
“Kualitas kepemimpinan TNI harus mampu melampaui batas-batas konvensional. Kita menghadapi dinamika lingkungan strategis yang menuntut adaptasi cepat,” ujar Kasau dengan nada tegas.
Poin utama yang menjadi sorotan adalah bagaimana seorang perwira harus menunjukkan karakter kuat di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, kualitas kepemimpinan adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas kedaulatan negara di era digital.
Dunia militer saat ini tengah diguncang oleh masifnya penggunaan drone dan teknologi AI dalam operasi udara. Kasau secara khusus menyoroti fenomena ini sebagai tantangan sekaligus peluang bagi prajurit TNI AU. Beliau menginstruksikan peningkatan profesionalisme agar personel tidak hanya menjadi penonton dalam perlombaan teknologi dunia.
“Pemanfaatan AI dan sistem nirawak adalah keniscayaan. Prajurit harus cerdas secara intelektual dan adaptif terhadap teknologi militer terbaru,” tambahnya.
Meski teknologi menjadi garda depan, Marsekal Tonny mengingatkan bahwa fondasi terkuat organisasi tetaplah pembinaan moral, disiplin, dan etika. Tanpa integritas, secanggih apa pun alutsista yang dimiliki tidak akan memberikan dampak maksimal bagi pertahanan nasional.
Di sisi lain, Kasau memberikan apresiasi tinggi atas capaian zero accident (nihil kecelakaan) dalam dua tahun terakhir. Prestasi ini dianggap sebagai bukti nyata dari kedisiplinan dan manajemen operasional yang mumpuni di Lanud Sultan Hasanuddin.
Namun, beliau memberikan peringatan keras kepada para Komandan Satuan agar tidak terlena. Pengawasan personel secara berkelanjutan adalah harga mati untuk mempertahankan prestasi tersebut. Kasau menekankan bahwa pengawasan bukan berarti mengekang, melainkan memastikan setiap individu bergerak dalam koridor profesionalisme yang telah ditetapkan.
Kunjungan ini diakhiri dengan harapan besar agar seluruh perwira mampu menjadi motor penggerak organisasi yang profesional. Fokus pada kontribusi nyata bagi bangsa dan negara menjadi titik tekan penutup pengarahan tersebut.
Dengan visi yang tajam terhadap perubahan zaman, arahan Kasau ini menandai kesiapan TNI AU untuk bertransformasi menjadi kekuatan udara yang disegani, tidak hanya karena kecanggihan mesinnya, tetapi karena kualitas manusia di baliknya yang memegang teguh prinsip kepemimpinan TNI yang adaptif dan berkarakter.

Belum ada komentar