KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR – Kasus pencurian sepeda motor dengan dugaan modus gendam kembali mencuat di Bojonegoro. Peristiwa yang dialami warga Desa Sukorejo, Maulana Rasya, hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti sejak dilaporkan pada 2024.
Kejadian bermula saat Rasya tengah makan mie ayam bersama sejumlah temannya di kawasan Jalan Panglima Sudirman. Dalam situasi itu, seorang pria tak dikenal menghampirinya dan meminta bantuan untuk diantarkan, dengan alasan mengalami kecelakaan.
Rasya sempat diliputi keraguan. Namun, pelaku mengaku berasal dari perguruan pencak silat yang sama dengannya. Klaim itu membuat Rasya luluh. Ia merasa memiliki ikatan persaudaraan, sehingga akhirnya bersedia membantu.
Perjalanan menuju lokasi yang dimaksud justru menjadi titik balik. Rasya mengaku mengalami perubahan kondisi. Ia merasa linglung, seolah kehilangan kesadaran penuh atas situasi yang dihadapinya.
Dalam keadaan tersebut, pelaku dengan leluasa membawa kabur sepeda motor jenis Honda Scoopy miliknya. Rasya ditinggalkan tanpa perlawanan berarti.
“Seperti tidak sadar waktu itu, tiba-tiba motor sudah dibawa,” ungkapnya.
Sejak peristiwa itu terjadi pada 2024, Rasya menyatakan belum menerima perkembangan signifikan dari penanganan kasusnya. Kondisi ini memunculkan kekecewaan, terutama ketika ia melihat aparat kepolisian mampu mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor lain dalam waktu relatif cepat.
Bagi Rasya, kehilangan itu bukan semata perkara materi. Sepeda motor tersebut memiliki nilai emosional yang mendalam. Kendaraan itu merupakan hadiah dari sang ibu saat ia lulus dari pondok pesantren.
“Bukan hanya soal motor, tapi itu kenang-kenangan dari ibu,” ujarnya dengan nada sedih.
Hingga naskah ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Kapolres Bojonegoro terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.
Kasus ini menambah deretan laporan pencurian dengan dugaan modus gendam yang dinilai meresahkan masyarakat. Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum dapat memberikan kepastian serta segera mengungkap perkara yang telah lama menggantung.

Belum ada komentar