KABUPATEN TOBA, SUMATERA UTARA – Sanggar Tolu Sadalanan adalah sanggar seni di Toba yang melestarikan dan mengembangkan tarian tradisional Batak: mengajarkan Tor-tor dan tari penyambutan kepada generasi muda, meramu kreasi baru berbasis gerak Batak, tampil di acara adat, sekolah, festival budaya, hingga perayaan HUT Kabupaten Toba, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan seniman dan komunitas lain untuk menjaga warisan sekaligus memberi nafas segar bagi identitas budaya Batak.
Ernita Hutagaol, pendiri Sanggar Tolu Sadalanan, menegaskan komitmennya melestarikan tarian tradisional Batak Toba. Ditemui di warung kopi Partukoan Balige, Jumat (13/3/26), Ernita mengaku optimistis dapat terus menggerakkan budaya Batak Toba lewat sanggarnya”, mengajarkan Tor-tor kepada generasi muda, meramu kreasi baru, dan membuka ruang kolaborasi agar warisan leluhur tetap hidup di tengah masyarakat.
Ernita Hutagaol, pendiri Sanggar Tolu Sadalanan, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu atas sikap humanisnya ketika menghampiri anak-anak sanggar di perayaan HUT ke-27 Kabupaten Toba; momen sederhana saat Bupati menyapa, merangkul, dan mengajak foto bersama itu, kata Ernita, memberi rasa diakui dan semangat baru bagi anak-anak untuk terus belajar Tor-tor dan mencintai budayanya, sekaligus menjadi tanda dukungan penuh pemerintah bagi generasi muda Toba untuk tumbuh percaya diri dan bangga pada identitasnya, selaras dengan visi “Toba Mantap” yang merangkul kebersamaan, gotong royong, dan keberlanjutan budaya Batak di tanah kelahirannya.
Di akhir penyampaiannya, Ernita melihat semangat anak-anak sanggarnya dan berjanji akan lebih giat lagi ke depan memajukan seni lewat ” Sanggar Tolu Sadalanan ” memperluas latihan Tor-tor, membuka ruang kolaborasi dengan komunitas budaya, dan membawa tarian tradisional Batak tampil di lebih banyak panggung agar warisan leluhur tetap hidup dan membanggakan Toba.

Belum ada komentar