Korban Perampokan Dijadikan Tersangka Polsek Gondanglegi

Mobil Pratoli Polsek Gondanglegi yang diduga selalu mendatangi rumah korban setiap hari sebagai upaya intimidasi, (Insert) korban bersama team kuasa hukumnya.
beritakeadilan.com,

KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR–Publik dikejutkan dengan kabar mengejutkan dari Gondanglegi, Kabupaten Malang. Seorang warga yang mengaku sebagai korban perampokan justru ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek Gondanglegi. Kasus ini menimbulkan tanda tanya besar dan memicu keresahan masyarakat, terutama setelah pengakuan korban viral di media sosial.

Pengakuan Korban Perampokan
Dalam unggahan akun TikTok @maharatuid, seorang perempuan bersama suaminya mengaku mengalami teror berulang kali. Mereka didatangi mobil patroli seolah hendak ditangkap, padahal dirinya merasa sebagai korban perampokan sadis dengan senjata tajam.

Lebih mengejutkan, ia menyebut ada rekannya yang justru melaporkan dirinya sebagai pelaku penganiayaan. Fakta ini membuat publik bertanya-tanya: bagaimana mungkin korban bisa berubah status menjadi tersangka?

Dugaan Pemerasan Rp 200 Juta
Korban mengaku dipaksa oleh oknum penyidik Polsek Gondanglegi untuk menyerahkan uang sebesar Rp200 juta. Ia juga menuturkan ada tujuh saksi yang ditawari uang agar memberikan kesaksian memberatkan dirinya.

“Perampok asli bebas berkeliaran, saya yang korban malah diintimidasi dan mau dipenjara,” tulisnya dalam unggahan yang kini ramai diperbincangkan. Ia bahkan menandai akun resmi kepolisian dan meminta Kapolri turun tangan.

Publik Menuntut Keadilan
Kasus ini memicu gelombang komentar dari masyarakat yang menilai ada kejanggalan serius dalam penegakan hukum. Tagar dan seruan keadilan ramai di media sosial, menandakan keresahan publik terhadap dugaan penyalahgunaan wewenang aparat.

Meski demikian, hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari Polsek Gondanglegi. Sesuai UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik, media membuka ruang hak jawab bagi pihak kepolisian agar prinsip praduga tak bersalah tetap dijunjung tinggi.

Transparansi Penegakan Hukum
Kasus korban perampokan yang dijadikan tersangka ini menjadi sorotan tajam. Publik menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum untuk memastikan keadilan tidak dipermainkan.
Apakah kebenaran akan terungkap? Ataukah kasus ini akan menjadi contoh nyata lemahnya perlindungan terhadap korban? Jawaban atas pertanyaan ini kini ditunggu masyarakat luas.

Belum ada komentar