JAKARTA PUSAT (Beritakeadilan.com, DKI Jakarta)-Menandai setengah abad perjalanannya di industri baja ringan nasional, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) menjadikan momentum HUT ke-50 sebagai refleksi ketangguhan dan empati. Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Melati Sarnita, perusahaan pelat merah ini tidak hanya merayakan angka, tetapi juga pencapaian historis yang luar biasa di tengah tantangan global.
Memasuki “Usia Emas”, INALUM mencatatkan prestasi gemilang sepanjang tahun 2025 dengan meraih All Time High Production sebesar 280.082 MT dan All Time High Sales sebanyak 280.141 MT. Angka ini merupakan jumlah produksi dan penjualan tertinggi sepanjang sejarah operasional perusahaan sejak berdiri pada 1976.
Meski mencetak rekor finansial dan operasional yang fantastis, INALUM memilih langkah yang menyentuh hati. Mengingat terjadinya bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera, manajemen memutuskan untuk meniadakan acara panggung hiburan dan jalan santai yang sedianya digelar untuk publik.
Seluruh anggaran selebrasi dialihkan sepenuhnya untuk kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
“Lima puluh tahun adalah penanda bahwa INALUM terus bertumbuh bersama Indonesia. Inisiatif ini mencerminkan tanggung jawab sosial dan empati kami. Kami memilih hadir secara nyata di tengah masyarakat yang sedang berduka,” ujar Melati Sarnita dalam syukurannya di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Sejarah mencatat transformasi besar INALUM, dari perusahaan patungan Indonesia–Jepang pada 1976, menjadi milik penuh NKRI pada 2013, hingga kini memperkuat perannya di bawah Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID.
Keunggulan strategis INALUM terletak pada pemanfaatan energi bersih melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik sendiri. Kedepannya, INALUM berkomitmen memperkuat Industri Aluminium Terpadu untuk mendukung kemandirian industri strategis nasional.
“Pencapaian rekor produksi ini adalah buah dari inovasi berkelanjutan dan strategi bisnis yang adaptif. Kami siap melangkah lebih jauh sebagai produsen aluminium nasional yang andal dan berdaya saing global,” tambah Melati.
Peringatan HUT ke-50 ini dilaksanakan secara hybrid yang menghubungkan tiga titik utama: Jakarta, Kuala Tanjung, dan Paritohan. Sinergi ini menjadi simbol integrasi operasional perusahaan yang tersebar.
Tak hanya bantuan bencana, kepedulian sosial INALUM juga diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan, seperti:
Operasi Katarak Gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Gerakan Donor Darah massal menggandeng PMI Batubara di Tanjung Gading, Sumatera Utara.
Langkah INALUM di usia emas ini membuktikan bahwa keberhasilan sebuah BUMN tidak hanya diukur dari angka produksi di atas kertas, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh rakyat Indonesia.
(Alex)

Belum ada komentar