Malu Saat Mudik Tak Bawa Uang, Seorang Pemuda Asal Jombang Mengaku Dibegal

KABUPATEN JOMBANG (Beritakeadilan.com, Jawa Timur) - Seorang pemudik asal Jombang, Jawa Timur, Dwi Nur Iman (24), mengaku menjadi korban pembegalan saat melintas di Jalan Lingkar Mojoagung pada Sabtu (29/3/2025). Ia mengklaim diserang oleh enam orang tak dikenal yang merampas tas berisi uang Rp 8 juta dan ponselnya. Namun, setelah penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian mengungkap bahwa kejadian tersebut adalah rekayasa, Rabu (02/04/2025)
Kapolsek Mojoagung, AKP Yogas, menjelaskan bahwa Dwi sengaja membuat laporan palsu karena merasa malu pulang kampung tanpa membawa uang setelah kehabisan selama di perantauan.
“Setelah kami lakukan penyelidikan, ditemukan kejanggalan dalam keterangannya. Akhirnya, ia mengaku bahwa kejadian tersebut tidak pernah terjadi dan hanya dibuat-buat,” ungkap AKP Yogas.
Dalam upayanya meyakinkan kebohongannya, Dwi bahkan melukai dirinya sendiri menggunakan kawat untuk menimbulkan kesan bahwa ia menjadi korban kekerasan. Polisi yang melakukan olah TKP tidak menemukan bukti yang mendukung klaimnya, sehingga akhirnya Dwi mengakui bahwa laporan tersebut hanya alibi untuk menghindari rasa malu di hadapan keluarganya.
Setelah pengakuan itu, Dwi menyampaikan permintaan maaf atas perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak membuat laporan palsu, karena tindakan tersebut dapat berujung pada sanksi hukum sesuai dengan Pasal 220 KUHP tentang laporan palsu kepada pihak berwajib.
Kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
(Luqman)