JAKARTA PUSAT (Beritakeadilan.com, DKI Jakarta) – Suasana khusyuk menyelimuti Gereja Katedral Jakarta pada Kamis (17/4/2025) saat ribuan jemaat berkumpul dalam rangka Ibadah Misa Tahun Baru 2025. Di tengah semarak ibukota, Gereja Katedral menjadi titik perjumpaan spiritual yang penuh kedamaian, dengan pengamanan ketat namun humanis dari jajaran Polres Metro Jakarta Pusat.
Sejak pagi, tepat pukul 08.00 WIB, Misa pertama dimulai dan dipimpin oleh Uskup Kardinal Ignatius Suharyo. Sekitar 1.600 jemaat hadir dalam misa pagi tersebut, mengawali tahun dengan doa dan pengharapan baru. Tak hanya jemaat, aparat kepolisian pun hadir, tak sekadar mengamankan, tetapi turut menjaga agar suasana ibadah tetap tenang dan nyaman.
“Alhamdulillah, dari pagi hingga sore hari ini, seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat. Ini hasil kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat dan para petugas di lapangan,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.
Pengamanan dilakukan secara menyeluruh. Sebanyak 133 personel dikerahkan, mulai dari pengaturan lalu lintas, penjagaan pintu masuk gereja, hingga patroli keliling area sekitar.
Pada pukul 16.00 WIB, Misa kedua atau Misa 1 kembali digelar dan dihadiri lebih banyak jemaat, sekitar 3.200 orang. Misa dipimpin oleh Romo Edi, Romo Mahar, dan Romo BS Mardi. Pengamanan pun ditingkatkan.
Kapolsek Sawah Besar, Kompol Rahmat Himawan, yang bertindak sebagai pengendali lapangan, memastikan seluruh petugas tetap siaga, namun tetap bersikap ramah kepada jemaat.
“Pengamanan bukan sekadar soal menjaga ketertiban, tapi juga tentang menghadirkan rasa aman bagi mereka yang datang untuk beribadah. Kami pastikan semuanya berjalan lancar, tanpa mengganggu kekhusyukan umat,” ungkap Rahmat.
Ibadah Misa akan terus berlangsung hingga malam hari, dengan dua sesi berikutnya pada pukul 18.30 WIB dan 21.00 WIB. Ribuan jemaat diperkirakan akan terus berdatangan hingga misa terakhir.
Gereja Katedral hari ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol harmoni antara umat dan aparat. Ketika doa dipanjatkan dalam sunyi, para petugas berdiri tegap di luar, memastikan damai itu tetap terjaga.
(M.NUR)

Belum ada komentar