Rumah Batak Berumur 100 Tahun di Kabupaten Toba Masih Ada di Desa Sionggang Kecamatan Lumbanjulu

KABUPATEN TOBA (Beritakeadilan.com, Sumatera Utara) - Rumah Batak merupakan rumah adat suku Batak yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara yang saat ini sudah susah di temui bahkan sudah jarang keberadaannya. Rumah Batak menjadi simbol dari identitas masyarakat Batak, khususnya di Kabupaten Toba, Rumah Batak sudah sangat jarang di temui.
Salah satu Rumah Batak yang sudah mencapai 100 tahun ditemui di Desa Sionggang Kecamatan Lumbanjulu Kabupaten Toba milik Sabar Juvenry Manurung masih berdiri kokoh, kuat. Salah satu peninggalan budaya yang harus di lestarikan. Rabu, 2 April 2025.
Saat berada di lokasi, Juvenry Manurung generasi ke 8 dari pendiri rumah Batak ini, menjelaskan jika umur dari Rumah Batak ini sudah mencapai 100 tahun lebih. Dulu ada banyak rumah batak di Parhutaan (Perkampungan) Op. Palamonang Manurung ini, ada juga rumah bolon tapi sekarang tinggal hanya satu, terangnya
Untuk masuk ke dalam rumah Batak sibaba amporit ini, pintu masuknya dari bawah yang menandakan ketika kita masuk harus menundukkan kepala yang filosofinya, setiap orang yang masuk kerumah harus menunjukkan rasa hormat kepada tuan rumah, tambahnya
Untuk sejarah singkat dari rumah Batak Sibaba Amporit ini, sesuai cerita dari orangtua saya', nenek moyang kami di berangkatkan oleh Amongnya (Ayahnya) mencari tanah untuk parhutaannya(Perkampungan nya). Di berilah sebuah batu dengan amanat dimana nanti menyala ( bersinar ) batu itu' disitulah buat parhutaan( Perkampungan)mu, seperti itulah cerita dari orangtua saya
Namun rumah batak ini butuh perbaikan saat ini, dan ini harus saya jaga dan saya rawat karena ini salah satu mendukung pariwisata di Kabupaten Toba. Dan "Rumah Adat Batak ini bisa kita bikin jadi home stay yang jika menginap disitu serasa dirumah Oppung"(leluhur), tutup nya
Menariknya lagi, terlihat di sekeliling parhutaan (Perkampungan) ditanami pohon kopi yang bisa menjadi wisata tematik kopi, dimana pengunjung bisa berinteraksi bagaimana memetik kopi langsung di batangnya hingga sampai merosting kopi dan menikmati seduhan kopi untuk melawan cuaca dinginnya tiupan angin dari pegunungan.
(Alex)