Trans Jatim Lamongan-Paciran Diserbu Warga, Penumpang Antre Berjam-jam

Trans Jatim Lamongan-Paciran Diserbu Warga, Penumpang Antre Berjam-jam
beritakeadilan.com,

KABUPATEN LAMONGAN (Beritakeadilan.com, Jawa Timur)-Popularitas Bus Trans Jatim Koridor VII rute Lamongan – Paciran benar-benar teruji pada momen libur akhir tahun. Pantauan lapangan di Shelter Terminal Sukodadi 1 pada Minggu (28/12/2025) menunjukkan penumpukan ratusan calon penumpang yang rela berdiri berjam-jam demi merasakan kenyamanan moda transportasi massal ini.

Warga terlihat memadati area shelter sejak pagi hari. Meski harus menunggu dalam waktu yang lama, antusiasme masyarakat untuk mencoba bus rute wilayah Pantura ini tidak surut. Sebagian besar penumpang mengaku ingin memanfaatkan waktu libur keluarga sekaligus berwisata ke area religi Makam Sunan Drajat.

Nur Hayati (48), salah satu warga Sukodadi, menceritakan perjuangannya untuk mendapatkan kursi. Bersama tiga anggota keluarganya, ia sudah berada di lokasi sejak pukul 10.00 WIB. Namun, hingga pukul 13.10 WIB, dirinya belum berhasil naik karena setiap bus yang tiba selalu dalam kondisi penuh sesak.

“Sudah ada beberapa bus yang lewat, tapi semuanya penuh sampai penumpang berdesakan di dalam. Kami maklum karena ini hari libur, tapi memang peminatnya luar biasa banyak,” ujar Nur Hayati kepada tim redaksi.

Kondisi serupa dialami oleh Ida (51), warga asal Babat. Ia datang bersama rombongan berjumlah delapan orang. Saking penuhnya kapasitas bus, rombongannya bahkan harus terpisah karena tidak semua bisa masuk ke dalam satu armada yang sama.

Membeludaknya penumpang di Shelter Terminal Sukodadi 1 ini menjadi bukti bahwa kehadiran Trans Jatim Koridor VII menjadi primadona baru bagi mobilitas warga Lamongan. Selain tarifnya yang terjangkau, rute yang menghubungkan pusat kota dengan kawasan wisata pesisir menjadi daya tarik utama.

Hingga berita ini diturunkan, arus calon penumpang di beberapa shelter sepanjang rute Lamongan-Paciran terpantau masih padat. Masyarakat berharap adanya penambahan armada atau pengaturan jadwal keberangkatan yang lebih rapat pada momen-momen libur nasional guna meminimalisir penumpukan penumpang yang berlebihan. (Edi)

Belum ada komentar