SURABAYA, JAWA TIMUR-Ratusan pegawai PT Indie Syafa Transforma dan PT Eco Syafa Harvest yang tergabung dalam Syafa Group mengikuti Kajian Kitab Al-Hikam bertepatan dengan malam Nisfu Sya’ban. Kegiatan yang digelar pada Senin, 2 Februari 2026, di Gedung B7 Hall Wahab Universitas Islam Malang (Unisma) ini turut menghadirkan anak-anak yatim piatu, sehingga menambah nuansa kebersamaan dan kepedulian sosial dalam lingkungan perusahaan.
Kehadiran anak yatim piatu menjadi simbol nyata komitmen Syafa Group dalam menumbuhkan empati dan memperkuat ukhuwah, tidak hanya di internal perusahaan tetapi juga terhadap masyarakat sekitar. Suasana kajian berlangsung khidmat dan sarat refleksi spiritual, sejalan dengan makna Nisfu Sya’ban sebagai momentum muhasabah diri.
Direktur Utama PT Indie Syafa Transforma sekaligus CEO Syafa Group, Sa’diah, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa malam Nisfu Sya’ban merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan dan nilai-nilai spiritual di tengah dinamika dunia usaha yang semakin kompetitif.
“Melalui kajian ini, kami ingin menegaskan bahwa bekerja bukan hanya soal target dan capaian, tetapi juga tentang keikhlasan, akhlak, dan tanggung jawab moral. Spiritualitas yang kuat akan melahirkan profesionalisme yang berintegritas,” terang Sa’diah, Jumat, 6 Februari 2026.
Menurutnya, perusahaan yang ingin tumbuh berkelanjutan harus memiliki fondasi nilai yang kuat, sehingga setiap aktivitas bisnis dijalankan dengan niat yang lurus dan etika yang terjaga.
Kajian Kitab Al-Hikam pada kesempatan tersebut membahas Bab 5, 6, dan 7 dengan tema Tanda-tanda Tertutupnya Hati, Jangan Bosan Berdoa kepada Allah SWT, serta Percaya pada Janji Allah SWT. Materi disampaikan secara bergantian oleh Ustadzah Diana, Ustadzah Aisyah, Ustadzah Lia, Ustadzah Sa’diah, Ustadz Mujib Imron, dan Ustadz Muh. Roid.
Penyampaian yang reflektif dan membumi membuat peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga diajak merenungi perjalanan spiritual serta tanggung jawab profesional masing-masing. Pesan utama dalam kajian tersebut menekankan pentingnya membersihkan hati, meluruskan niat dalam menjalankan amanah pekerjaan, menjaga kesabaran saat menghadapi ujian, serta menumbuhkan keyakinan penuh terhadap janji-janji Allah SWT dalam setiap ikhtiar.
Selain kajian dan doa bersama, Sa’diah juga menyampaikan arahan tegas terkait disiplin dan etika kerja kepada seluruh pegawai serta mitra subkontraktor. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap perjanjian kerja dan aturan perusahaan, menjaga integritas serta nama baik perusahaan, dan menjalankan amanah sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Kami menegaskan bahwa setiap bentuk pelanggaran, wanprestasi, maupun tindakan yang berpotensi mencemarkan nama baik perusahaan dan jajaran direksi akan ditindaklanjuti secara serius melalui mekanisme internal dan Tim Legal Perusahaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Sa’diah.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyinggung adanya mantan manajer dan mitra subkontraktor yang saat ini tengah diproses terkait dugaan pelanggaran berupa pencemaran nama baik dan kredibilitas perusahaan.
“Seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional oleh tim legal dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, kelengkapan bukti, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,” jelas Sa’diah.
Melalui kegiatan Kajian Kitab Al-Hikam dan doa bersama ini, Syafa Group berharap seluruh pegawai dan mitra semakin menguatkan nilai akhlak dalam bekerja, menjaga soliditas, loyalitas, serta profesionalisme, dan bersama-sama membangun perusahaan secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Syafa Group bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga harus berjalan seiring dengan penguatan nilai spiritual, sosial, dan etika sebagai fondasi utama perusahaan,” pungkasnya.





Belum ada komentar