Putus Mata Rantai Putus Sekolah, SRMA 36 Bojonegoro Hadirkan Pendidikan Berkualitas Rasa Asrama

Putus Mata Rantai Putus Sekolah, SRMA 36 Bojonegoro Hadirkan Pendidikan Berkualitas Rasa Asrama
beritakeadilan.com,

BOJONEGORO, JAWA TIMUR – Kehadiran Program Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 36 Bojonegoro dinilai memberi ruang lebih luas bagi para siswa untuk mengakses pendidikan yang layak sekaligus berkualitas. Para peserta didik merasakan suasana belajar yang tertata, pendampingan guru yang intens, serta pembinaan asrama yang berjalan secara berkelanjutan.

Ketua OSIS SRMA 36 Bojonegoro, Abdul Manaf, mengaku sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari program tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Menteri Sosial, serta Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro atas hadirnya Sekolah Rakyat di daerahnya.

Menurutnya, sebelum diterima di SRMA 36 Bojonegoro, ia sempat kebingungan menentukan jenjang pendidikan setelah menamatkan sekolah menengah pertama. Informasi mengenai Sekolah Rakyat ia peroleh dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayahnya.

“Saya sangat berterima kasih. Dulu setelah lulus SMP bingung mau lanjut ke mana. Lalu ada pendamping PKH yang mengajak sekolah di SRMA 36 Bojonegoro. Setelah melalui proses yang panjang, Alhamdulillah saya bisa sekolah di sini. Guru-guru dan wali asuh asrama membimbing kami dengan sangat baik,” ungkap Abdul Manaf.

Ia menuturkan, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi bidang studi yang paling diminatinya. Pengalaman menempuh pendidikan di pondok pesantren selama tiga tahun di wilayah Batokan, Kecamatan Kasiman, disebutnya sangat membantu dalam mengikuti proses belajar di sekolah.

Antusiasme serupa juga disampaikan oleh Desifa, siswi asal Kecamatan Kalitidu. Ia mengaku betah bersekolah di SRMA 36 Bojonegoro karena tersedianya beragam kegiatan nonakademik yang dapat mengembangkan minat serta bakat siswa.

“Di sini banyak ekstrakurikuler seperti beladiri, paduan suara, voli, futsal, melukis, dan tari. Kegiatannya lengkap dan mendukung bakat siswa,” ujarnya.

Selain kegiatan di kelas, Desifa menilai sistem pembinaan di asrama turut membentuk kedisiplinan dan kemandirian. Ia mengungkapkan, jadwal harian yang teratur membuat para siswa lebih siap menjalani aktivitas belajar.

“Mulai setengah empat sudah bangun, padahal dulu di rumah bangun jam 5 di sini kegiatan belajarnya terstruktur,” bebernya.

Melalui Program Sekolah Rakyat, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap semakin banyak anak dari berbagai latar belakang sosial dapat memperoleh kesempatan pendidikan yang setara, pembinaan karakter, serta pengembangan potensi secara menyeluruh. Komitmen pemerintah daerah pun terus diarahkan untuk menjaga keberlanjutan program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi muda secara lebih luas.

*) Penulis: SR/Kom

Belum ada komentar