KABUPATEN TOBA, SUMATERA UTARA-SMA Negeri 1 Laguboti, Kabupaten Toba, menunjukkan aksi nyata dalam menjaga kesehatan sekaligus kelestarian alam. Ratusan murid melaksanakan kegiatan jalan sehat dengan mengitari kawasan Desa Sibuea, Kecamatan Laguboti, pada Jumat (13/02/2026). Selain berolahraga, para siswa juga melakukan aksi peduli lingkungan di sepanjang rute perjalanan.
Edukasi Lingkungan Lewat Aksi Pungut Sampah
Sekolah menanamkan nilai kepedulian lingkungan secara langsung kepada seluruh murid melalui praktik lapangan. Sambil berjalan santai, para siswa secara bersamaan mengutip sampah plastik dan sampah organik yang berserakan di jalanan desa. Langkah ini bertujuan untuk membersihkan area pemukiman sekaligus memberikan contoh positif bagi masyarakat sekitar.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Laguboti, Togar Duharman Panjaitan, S.Pd., M.Si., mengonfirmasi agenda tersebut melalui pesan singkat. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung dua misi utama, yakni kebugaran fisik dan cinta lingkungan. Melalui aksi ini, pihak sekolah ingin menciptakan kedekatan emosional antara siswa dengan lingkungan masyarakat di sekitar sekolah.
Membangun Kepekaan Sosial Murid
Kegiatan jalan sehat ini menjadi agenda rutin yang berlangsung satu kali dalam setiap tahun ajaran. Togar menekankan pentingnya murid melihat langsung kondisi lingkungan agar tumbuh kepekaan sosial dalam diri mereka. Dengan memungut sampah anorganik sepanjang jalan, siswa belajar bertanggung jawab atas limbah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia.
“Kami ingin mewujudkan raga yang sehat sekaligus kepekaan terhadap kondisi lingkungan sekitar,” ujar Togar. Selain itu, interaksi siswa dengan warga Desa Sibuea selama perjalanan diharapkan mampu mempererat silaturahmi. Para murid tampak antusias membawa kantong sampah sambil menyusuri jalanan desa yang asri.
Komitmen Sekolah Terhadap Kelestarian Alam
SMAN 1 Laguboti berkomitmen untuk terus mengintegrasikan pendidikan karakter dengan aksi lingkungan yang berkelanjutan. Aksi pungut sampah ini membuktikan bahwa edukasi tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas. Melalui pengalaman langsung, siswa lebih mudah memahami bahaya sampah plastik bagi ekosistem desa mereka.
Gerakan ini juga mendapat respons positif dari warga setempat yang melihat semangat para pelajar. Pihak sekolah berharap budaya bersih ini tidak hanya berhenti saat jalan sehat, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari bagi seluruh warga sekolah. Dengan demikian, SMAN 1 Laguboti dapat menjadi pelopor sekolah hijau di Kabupaten Toba.



Belum ada komentar