SURABAYA, JAWA TIMUR-Ratusan siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya mengikuti ujian praktik manasik haji pada Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini menarik perhatian publik karena melibatkan seorang siswa pertukaran pelajar asal Prancis yang turut mensimulasikan rukun Islam kelima tersebut.
Ujian praktik ini merupakan bagian dari rangkaian penilaian akhir mata pelajaran keislaman. Pihak sekolah mengemas kegiatan secara aplikatif agar para siswa mendapatkan pengalaman ibadah yang menyerupai kondisi aslinya di tanah suci.
Simulasi Lengkap Sesuai Standar Ibadah
Seluruh tahapan ibadah haji terlaksana secara menyeluruh di lingkungan sekolah. Para siswa mempraktikkan rangkaian tawaf mengelilingi replika Ka’bah, lari-lari kecil atau sa’i, hingga tahapan manasik lainnya.
Kepala Smamda Surabaya, Muklasin, menegaskan bahwa ujian ini memiliki posisi krusial dalam kurikulum sekolah. Selain sebagai evaluasi akademik, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang tata cara ibadah haji sejak dini.
“Kebetulan kami memiliki siswa asing muslim dan dia mengikuti standar yang kami terapkan. Mulai dari tawaf sampai tahapan lainnya ia ikuti dengan baik. Ini juga masuk dalam penilaian pelajaran,” ungkap Muklasin.
Target Tuntas Pembelajaran Rukun Islam
Melalui praktik langsung, Smamda ingin memastikan pembelajaran keislaman siswa benar-benar tuntas. Muklasin berharap, pengalaman ini menjadi bekal spiritual bagi peserta didik agar kelak mereka siap melaksanakan ibadah haji atau umrah yang sesungguhnya.
“Manasik haji adalah rukun Islam terakhir. Harapan kami, pemahaman agama anak-anak sudah lengkap. Kami mendoakan mereka benar-benar bisa berangkat ke Makkah di kemudian hari,” jelasnya.
Kesan Mendalam Siswa Asal Prancis
Angie EN NANA, siswa asal Prancis tersebut, tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bersama teman-teman seangkatannya. Ia mengaku terkesan dengan metode pembelajaran di Smamda Surabaya yang menggabungkan teori dengan praktik nyata.
“Saya merasa ini sangat menarik dan luar biasa. Saya sangat senang bisa ikut serta. Saya berharap bisa terus berdoa setiap hari dan suatu hari nanti benar-benar bisa pergi ke Makkah,” ujar Angie dengan penuh semangat.
Inklusivitas dalam Bingkai Pendidikan Islam
Keterlibatan siswa asing dalam ujian ini mencerminkan nilai inklusivitas dan semangat lintas budaya di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. Sekolah berhasil mengintegrasikan nilai-nilai akademik dengan penguatan karakter religius yang aplikatif.
Pendekatan berbasis pengalaman ibadah (experiential learning) ini terbukti mampu menanamkan pemahaman keagamaan yang lebih membekas bagi para siswa. Smamda Surabaya terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akar keislaman yang kuat.



Belum ada komentar