SURABAYA, JAWA TIMUR – Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA PTNBH) menggelar Sidang Paripurna Tahun 2026 di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Jumat (07/02/26). Kegiatan ini berlangsung di Airlangga Convention Center (ACC) Unair dan dihadiri ratusan delegasi dari berbagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum di Indonesia.
Sidang paripurna tersebut turut dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Muhammad Jusuf Kalla. Kehadiran tokoh nasional itu menjadi sorotan utama dalam forum strategis yang mempertemukan para profesor dan guru besar dari berbagai PTNBH.
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menekankan pentingnya penguatan kemandirian perguruan tinggi di tengah tekanan ekonomi nasional dan keterbatasan anggaran negara. Ia menilai pengelolaan perguruan tinggi selama ini sudah berjalan baik, namun tantangan ekonomi berdampak luas hingga sektor pendidikan tinggi.
“Perguruan tinggi tentu dikelola dengan baik. Tetapi dengan situasi ekonomi seperti sekarang, dampaknya ke mana-mana, termasuk ke perguruan tinggi. Mengandalkan pemerintah saja tidak mudah karena pemerintah memiliki prioritas anggaran yang berbeda,” kata Jusuf Kalla.
Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu menyiapkan solusi berkelanjutan agar tridarma perguruan tinggi tetap berjalan optimal. Kemandirian kampus, lanjut Jusuf Kalla, dapat diperkuat melalui inovasi, pemanfaatan hasil riset, serta optimalisasi peran alumni.
Ia menilai jejaring alumni memiliki posisi strategis dalam mendukung keberlanjutan institusi, baik dari sisi pembiayaan, penguatan hubungan dengan dunia industri, hingga pengembangan kewirausahaan berbasis kampus.
Jusuf Kalla juga menyoroti pentingnya Sidang Paripurna MSA PTNBH sebagai ruang dialog akademik tingkat nasional. Forum tersebut dinilai strategis karena mempertemukan para profesor dan guru besar untuk membahas arah keilmuan, pengabdian, serta kontribusi nyata pendidikan tinggi bagi kemajuan negara.
“Forum seperti ini penting karena berkumpul para profesor dan guru besar untuk berbicara dalam langkah keilmiahan, pengabdian, dan bagaimana meningkatkan mutu pendidikan sekaligus kemajuan negara,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Senat Akademik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs. (Hons), menyampaikan bahwa Sidang Paripurna MSA PTNBH 2026 menjadi ruang strategis bagi senat akademik dalam merespons dinamika kebijakan pendidikan nasional, khususnya Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).
Ia menjelaskan tema harmonisasi RUU Sisdiknas dengan kondisi pendidikan tinggi terkini dipilih sebagai wujud kepedulian senat akademik dalam mengawal kebijakan pendidikan agar tetap relevan dengan tantangan global dan kebutuhan pembangunan nasional.
“Tema harmonisasi RUU Sisdiknas dengan situasi pendidikan tinggi terkini dipilih sebagai bentuk kepedulian senat akademik dalam mengawal kebijakan pendidikan agar tetap selaras dengan kondisi riil perguruan tinggi, tantangan global, dan kebutuhan pembangunan nasional,” papar Nursalam.
Menurutnya, forum tersebut dihadiri perwakilan senat akademik dari 24 PTNBH dengan total 195 delegasi. Mereka merumuskan rekomendasi strategis terhadap RUU Sisdiknas yang telah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026.
Rekomendasi itu diharapkan mampu menjembatani perspektif akademik dengan kebijakan publik yang tengah dirumuskan pemerintah dan DPR RI.
“Senat Akademik memiliki posisi penting sebagai penjaga nilai-nilai akademik perguruan tinggi, termasuk etika, integritas, dan mutu pendidikan, agar setiap kebijakan yang dihasilkan tetap berpijak pada prinsip keilmuan,” pungkas Jusuf Kalla.





Belum ada komentar